HELOINDONESIA.COM - Dari awal banyak orang sudah menduga bahwa pasangan Anies Baswedan adalah AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) yang juga Ketua Umum Partai Demokrat. Namu nada batu sandungan super keras, yakni Surya Paloh dengan Partai Nasdem-nya.
Maka, benarlah dugaan publik itu, Surya Paloh tak sudi AHY menjadi cawapres pendamping capres Anies Baswedan. Berita terakhirnya muncul duet Anies-Cak Imin.
“Akhir Agustus pertarungan kian seru. Cak Imin ramai bakal diduetkan dengan Anies. Sementara Partai Demokrat geram sebab ketum Nasdem Surya Paloh diisukan tak sudi sandingkan Anies-AHY,” ujar Dendi Budiman di X, (dengan akun @DemokrasiMartir)m yang juga Ketua Umum Perkumpulan Pemuda Keadilan.
Menurutnya hal ini pertanda Koalisi Perubahan bakal bubar di depan mata. “Soal pertemuan Surya Paloh dan Jokowi, saya berpendapat bahwa ada operasi Istana di balik semua ini. Cawe cawe bahasa Jokowi,” katanya.
Artinya, lanjut dia, segala cara dan siasat terus dicoba demi kuasa. Nampaknya Jokowi bakal bermain di banyak koalisi dan pasangan.
“Jokowi seperti ingin tetap berkuasa siapapun capres yang memenangkan Pilpres. Semua demi anak dan mantu termasuk cucu,” ujar Dendi Budiman.
Menurutnya, pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi menegaskan dua hal sekaligus. Pertama, Anies seperti sedang mendayung di antara dua parpol, Nasdem dan PKB. Nasib Cak Imin yang tak kunjung dipinang oleh Prabowo dimanfaatkan oleh Surya paloh. Langkah ini merugikan AHY.
Baca juga: Relawan Sobat Anies Milenial SAM Minta Anggotanya Tetap Solid, dan Patuh yang Diputuskan Anies
“Kedua, Jokowi melihat ada potensi kuat kelompok pendukung Anies yang tak terbendung. Sementara jika Anies duet dgn AHY maka habislah Jokowi jika pasangan ini menang. Maka Jokowi menyiapkan Cak Imin,” tandasnya.
“Andai duet ini terjadi, artinya siapapun pemenang Pilpres, maka Jokowi tetaplah memegang kuasa. Dahsyat memang Ki Lurah,” ujar pengamat ini. (**)
