HELOINDONESIA.COM - Terjadinya duet Anies Baswedan dn Muhaimin Iskandar (Anies-Cak Imin) dilanjut deklarasi 2 September di Surabaya mengagetkan banyak pihak.
Demokrat sudah marah-marah, merasa dikhianati, tetapi pendukung Anies membela. Pendukung fanatik, Anies tidak berkhianat, Anies memilih cawapresnya sesuatu kesepakatan KPP, Koalisi Perubahan untuk Perbaikan.
Para simpatisan yang tadinya satu kubu menjadi pecah, bahkan hingga saling serang. Tak terkecuali, Faizal Assegaf yang menamaka dirinya juga ikut terlibat dalam keseruan politik ini.
Dia membuat unggahan dengan tajuk: KPK Usik Cak Imin, Intrik JKW atau SBY…? Dengan titik titik pakai tanda tanya pula, jadi multi tafsir lebih panjang.
Dia membuat unggahan, di bagian awal langsung menghentak, menurutnya, Surya Paloh dan Anies merusak permainan politik Jokowi, Gerindra dan PDIP. Manuver Nasdem dan PKB mengusung Anies-Cak Imin, mesti dicermati punya kalkulasi strategis.
Maklum, lanjutnya, jaringan PKB yang berakar di Jawa Timur, kini mulai memasuki orbit konsolidasi gerakan perubahan. Basis jutaan warga NU tersebut bakal menjadi arena politik paling sengit.
Selain itu, Nasdem dan PKB memiliki pengaruh yang signifikan di sentrum kekuasaan. Saling beradu kuat dengan PDIP dan Gerindra. Membuat PAN, Golkar dan PPP semakin redup dan dilematis.
Di luar Istana PKS, kata dia, Anies dan elemen oposisi lincah berkonsolidasi dengan rakyat. Sementara di dalam jantung kekuasaan, PKB dan Nasdem melucuti pengaruh Jokowi.
“Formasi politik yang cerdas. Memberi peluang kemenangan bagi Anies-Cak Imin. Namun, muncul polemik isu korupsi. Tak beda dugaan kasus Gibran, Kaesang, Erick Thohir, Airlangga dan Ganjar,” ungkapya.
Bila KPK nekat bidik Cak Imin, jelas sangat fatal. Berpotensi menyulut gejolak politik. Jokowi akan berada dalam sorotan serius, lantaran terkesan berupaya keras menjegal Anies.
Baca juga: PKS : Kami Masih Berharap Demokrat Tetap Berada di KPP Mengusung Anies
Namun, Istana dan KPK sangat hati-hati. Sebab bersatunya Nasdem dan PKB usung Anies-Cak Imin, membuat ruang gerak Jokowi semakin terjepit. Itu poinnya!
“Nasdem sudah diobok-obok. Jika PKB pun dizalimi, imbasnya semakin merusak citra Jokowi. Namun, kemarahan SBY lantaran anaknya gagal jadi Cawapres, juga patut diwaspadai,” ungkapnyha lagi.
“Mengingat sehari setelah Demokrat resmi keluar dari barisan perubahan, muncul manuver KPK mengusik Cak Imin. Akal-akalan dan berbau politis. Diduga itu intrik Jokowi atau SBY…? Modus lempar batu sembunyi tangan!” tandasnya. (**)
