HELOINDONESIA.COM - Tiga bakal calon presiden (capres) yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo akan bersaing dalam kontestasi Pemilu 2024.
Anies Baswedan diusung koalisi perubahan (Nasdem, Demokrat dan PKS), kemudian Prabowo Subianto diusung oleh partai Gerindra dan PKB ementara Ganjar Pranowo merupakan capres dari koalisi PDIP bersama PPP dan Hanura.
Namun dua partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yaitu PAN dan Golkar sejauh ini belum mendeklarasikan nama capres. Adapun partai lain bagian dari KIB yaitu PPP ikut mendukung Ganjar Pranowo.
Peneliti LSI Denny JA, Ade Mulyana, meski Golkar belum memutuskan akan mengikuti langkah PPP mendukung Ganjar, namun partai berlambang beringin itu diuntungkan apabila Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang saat ini mengusung Anies Baswedan bubar di tengah jalan.
Baca juga: Investasikan Penampilan Cantikmu dengan Merawat Rambut Secara Rutin
“Bisa saja Anies akhirnya tidak mendapatkan tiket capres dari koalisi perubahan. Dengan begitu, peluang Partai Golkar justru lebih hidup," kata Ade.
Ade menyebutkan, Golkar bisa menjadi kunci bagi Anies untuk memperoleh tiket capres lantaran tinggal memilih salah satu partai apa saja untuk berkoalisi demi lolos persyaratan tiket minimum 20 persen kursi DPR.
Dengan demikian, Ade menegaskan, Golkar memilki daya tawar lebih kuat sehingga dapat mendorong Airlangga Hartarto menjadi cawapres baik untuk capres PDIP Ganjar Pranowo maupun capres Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Baca juga: 5 Jenis Minyak Esensial Bermanfaat untuk Kekebalan Tubuh
"Dengan daya tawar lebih kuat tersebut,artinya Partai Golkar bersama partai politik lain masih punya kemampuan dalam menghidupkan kembali tiket capres Anies Baswedan di Pilpres 2024," pungkasnya.