Peluang PKB Gabung ke PDIP Makin Terbuka Usai Munculnya Koalisi Indonesia Maju

Selasa, 29 Agustus 2023 18:52
Bacalon Capres PDIP Ganjar Pranowo saat menyerahkan hadiah burung Lovebird kepada Muhaimin Iskandar Bacalon Capres PDIP Ganjar Pranowo saat menyerahka

HELOINDONESIA.COM - Bergabungnya PAN, Golkar dan PBB ke dalam koalisi partai pengusung bakal calon presiden (bacapres), Prabowo Subianto, meredupkan pamor PKB. 

Padahal Ketua Umum (Ketum), Muhaimin Iskandar disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden (bacawapres) mendampingi Prabowo Subianto. 

Tergesernya peran PKB di kubu Prabowo mulai terlihat dari pergantian nama koalisi berubah yang semula Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) kini menjadi Koalisi Indonesia Maju (KIM). 

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga berpendapat bahwa situasi di internal KIM sudah tidak lagi menguntungkan bagi PKB dan Cak Imin. Keadaan itu kata dia, membuat PKB berpeluang besar meninggalkan koalisi Indonesia Maju dan merapat ke koalisi partai pendukung Ganjar Pranowo.

Baca juga: Ketua MPW PP Lampung Lantik Pengurus MPC PP Lamtim Periode 2023-2027

"PKB berpeluang besar akan meninggalkan KIM dan berabuh ke PDIP. Peluang itu akan semakin terbuka bila PDIP memberikan konsesi politik yang lebih menguntungkan pada cak Imin dan PKB," kata Jamiluddin, Selasa (29/8/2023).  

Karena itu, imbuh dia, tak heran ada peluang cak Imin dan PKB akan mengevaluasi keberadaannya bersama Prabowo, termasuk di KIM. Evaluasi itu akan menjadi kenyataan bila cak Imin tidak menjadi cawapresnya Prabowo.

Pasalnya, dia melanjutkan, saat ini peluang Cak Imin semakin kecil untukmendampingi Prabowo karena kedatangan partai politik lainnya yang ikut bergabung dengan Prabowo Subianto. 

Baca juga: Miris, Bangunan Sekolah dari Kayu dan Bolong-bolong, SDN Sumut ini jadi Sorotan Netizen

"Jadi, cak Imin tidak lagi memilikji hak veto yang kuat. Suara cak Imin tidak lagi menentukan dalam memutuskan cawapresnya Prabowo," paparnya.

Selain bergabungnya PAN, Golkar dan PBB. Lanjut dia, perubahan nama koalisi tanpa melibatkan Cak Imin membuktikan bahwa PKB sudah tidak dianggap. Secara politis hal itu tentu memukul cak Imin. Sebagai Ketua Umum PKB, ia sudah mendapat perlakukan yang tak selayaknya. Seolah sudah tidak ada kesetaraan di KIM.

Berita Terkini