Asroni: Pendidikan di Balam Jauh dari Ideal, Jangan Ditutupi Seremonial

Sabtu, 2 Mei 2026 09:15
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah (baju biru) saat menghadiri kegiatan dengan para guru (Foto Ist) HELO LAMPUNG

LAMPUNG HELOINDONESIA.COM — Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (2/5/2026), Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, Asroni Paslah mengkritik keras pengelolaan pendidikan di kotanya. Kondisinya masih jauh dari ideal dan jangan ditutupi-tutupi dengan kegiatan seremonial semata, katanya.

"Jangan kita sibuk upacara dan pidato, sementara realitas di lapangan masih banyak sekolah dengan fasilitas minim dan kualitas yang timpang. Pendidikan kita belum baik-baik saja,” tandas Asroni.

Sebagai mitra Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Komisi IV DPRD secara terbuka menyampaikan bahwa masih terdapat persoalan serius yang belum ditangani secara maksimal, mulai dari ketimpangan kualitas antarsekolah, infrastruktur yang belum layak, hingga beban guru yang semakin berat tanpa dukungan sistem yang memadai.

Baca juga: Terminal Panjang Jadi Hunian Warga Luar Lampung, Eva Akan Ubah Jadi SMA Sigers

Asroni bahkan mengingatkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka pemerintah daerah sedang mempertaruhkan masa depan generasi muda di Kota Bandarlampung.

“Kita bicara masa depan anak-anak, bukan sekadar angka-angka laporan. Kalau kualitas pendidikan dibiarkan stagnan, maka kita sedang gagal menyiapkan generasi yang kompetitif,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan riil di sekolah. “Anggaran pendidikan itu besar, tapi pertanyaannya: apakah sudah benar-benar terasa di ruang kelas? Jangan sampai habis di atas kertas, tapi tidak berdampak nyata,” kritiknya.

"Dalam momentum ini, Komisi IV DPRD menegaskan akan memperketat fungsi pengawasan terhadap kebijakan dan penggunaan anggaran pendidikan di Kota Bandarlampung," jelasnya.

Baca juga: Kado Istimewa Menjelang Tutup Tahun Eva Dwiana Dikukuhkan Sebagai Bunda Guru di Peringatan HUT PGRI ke-80

Dia menyatakan tidak akan tinggal diam. DPRD akan mengawal, mengkritisi, dan jika perlu menekan agar ada perubahan nyata. Pendidikan tidak boleh dikelola biasa-biasa saja, tegasnya.

Menutup pernyataannya, Asroni mengingatkan bahwa Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi alarm keras bagi semua pihak.

“Ini bukan hari untuk berpuas diri. Ini peringatan bahwa masih banyak yang harus dibenahi. Kalau kita tidak berani jujur hari ini, maka kita sedang menunda kegagalan di masa depan," pungkaa Asroni Paslah. (Hajim)

Baca juga: Walau Sudah Sertijab, Eka Apriana Bakal Tetap Ngantor di Disdik Balam

Berita Terkini