HELOINDONESIA.COM - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, menanggapi adanya wacana duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2024.
Menurut Pangi, kalau Prabowo dan Ganjar berpasangan atau bersatu, yang paling senang adalah presiden Jokowi. Sebab itu adalah upaya yang ingin diwujudkan sebagai cara untuk mengalahkan Anies Baswedan-Cak Imin.
"Saya rasa ini target dan mimpi Jokowi, peta jalan mengalahkan pasangan Anies-Cak Imin," kata dia dalam keterangannya dikutip, Selasa.
Hal tersebut Panggi menyampaikan, secara simbolik jga sudah disampaikan Jokowi ketika presiden Jokowi mengunjungi membajak di sawah didampingi Prabowo dan Ganjar.
Baca juga: Ganjar Tanggapi Wacana Duet Dengan Prabowo: Negosiasi Partai Masih Berjalan
"Sebetulnya sederhana bisa kita maknai yang tersirat dan tersurat ketika presiden Jokowi mengunjungi membajak di sawah didampingi Prabowo dan Ganjar, sawah itu kita anggap gelanggang lapangan pemilu, tren mana yang unggul membajak di sawah maka itu capresnya," paparnya.
Pangi menyebut upaya mendesain agar kubu Koalisi Ganjar dan kubu Koalisi Prabowo melebur mungkin bertujuan untuk menang karena lawan tidak sebanding. Karena jika Ganjar dan Prabowo maju dengan koalisi masing-masing maka ada kekhawatiran akan menguntungkan pasangan Anies-Cak Imin.
"Saya pikir juga, ini sesuatunya yang pasti sudah dihitung ulang dan dikalkulasi secara cermat. Karena untuk mencegah adanya kekhawatiran jika pasangan Anies-Cak Imin berpotensi punya kans menang kalau kontestasi pertandingan terjadi dua putaran dengan skema tiga poros," tuturnya.
Baca juga: Ganjar Tanggapi Wacana Duet Dengan Prabowo: Negosiasi Partai Masih Berjalan
Dikatakannya, kemungkinan terjadinya dua putaran bisa terjadi mengingat hasil survei pemilu per hari ini, memprediksi belum ada elektabilitas ketiga kontestan capres melewati perolehan elektabilitas persyaratan menang satu putaran yaitu di atas 50 persen plus satu.
"Pengalaman terdapat tiga pasang capres-cawapres terkait di tahun 2009. Karena memang pada waktu itu hasil survei elektabilitas capres Susilo Bambang Yudhoyon atau SBY melewati ambang batas 50% plus satu. Sementara elektabilitas ketiga kontestan capres kita belum melewati angka tersebut. Untuk melewati 40% saja belum ada yang lolos angka psikologis tersebut," tambahnya.
Panggi menilai, sinyal pasangan Prabowo-Ganjar akan melebur dengan tujuan agar pemilu dengan dua poros solid menargetkan kemenangan, makin terlihat. Pasalnya sampai sejauh ini, pasangan Ganjar dan Prabowo belum juga mengumumkan pasangan cawapres mereka.
Baca juga: Harry Tanoe Bocorkan Ada Nama Lain Berpotensi Jadi Cawapres Ganjar
Dia menyinggung soal rencana pengumuman cawapres last minute. Itu artinya lanjut dia, poros koalisi yang menginginkan keberlanjutan program Jokowi tidak terbelah dan terpecah suaranya. Adapun poros perubhan suaranya makin solid.
"Ini yang mungkin sedang dibahas dan dan dihitung dengan cermat plus minusnya. Tentu agar berhati-hati agar tak salah dalam melangkah," kata Pangi.