Helo Indonesia

Mahasiswa Ilkom USM Kampanye Anti Bullying di Taman Indonesia Kaya

Ajie - Ragam
Sabtu, 3 Juni 2023 16:58
    Bagikan  
Mahasiswa Ilkom USM Kampanye Anti Bullying di Taman Indonesia Kaya

Tim mahasiswa Ilkom USM berpose bersama saat melakukan kampanya anti bullying

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar Kampanye Anti Bullying atau Perundungan di Taman Indonesia Kaya Semarang, Jateng, pada Jumat 2 Juni 2023.

Tim PkM USM terdiri atas Rosalinda Firdaus, Naufal Ezra, Afgar Brillianto, Stefanus Reo, Adhi Setya, Haniar Arga, Demetrius Hurricane, Alvian Evendi, Winata Nurul, Auriel Maharani, Tito Rafli.

Kegiatan menghadirkan narasumber Sinta Pramucitra MIKom dan Afgar Brilianto.

Ketua Panitia, Rosalinda Firdaus mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah menciptakan pemahaman yang lebih luas tentang masalah bullying. Selain itu juga mempromosikan budaya yang menghargai perbedaan serta menghentikan perilaku perundungan di lingkungan sekitar.

''Para narasumber memberikan wawasan mendalam mengenai efek negatif dari bullying dan bagaimana kita dapat berkontribusi untuk mengatasi masalah ini. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. Keikutsertaan masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya isu bullying dalam kehidupan sehari-hari dan keinginan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan lebih inklusif bagi semua,'' ungkapnya.

Acara ini, katanya, melibatkan berbagai kegiatan, termasuk sesi tanya jawab dengan narasumber, presentasi materi terkait bullying, dan diskusi kelompok kecil untuk mendorong partisipasi aktif dan refleksi lebih mendalam.


Empati


Selain itu, kampanye ini juga memberikan beberapa contoh nyata dari pengalaman pribadi para korban bullying, dengan harapan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam dan empati bagi peserta.

Dia menambahkan, melalui kegiatan ini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang ingin mendorong perubahan positif dalam pandangan dan perilaku terhadap bullying.

''Kami berharap melalui pemahaman yang lebih baik tentang efek negatif bullying, masyarakat dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,'' ujarnya. (Aji)