LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Para perupa Lampung dari berbagai kota dan kabupaten diskusi membedah tentang sejarah seni lukis, seni rupa dilihat dari sosiologi budaya daerah, serta mengulas tentang bagaimana mempresentasikan karya seni rupa tersebut.
Narasumber diskusi yang digelar di Gedung Pameran, Taman Budaya Lampung, 20-22 Juni 2023, adalah pelukis Helmy Azeharie, pelukis Pulung Swandaru, dan kurator pameran seni rupa David.
Helmy Azeharie dalam acara bertajuk "Teropong" mengulas sejarah seni rupa, Pulung Suwandaru, mempresentasikan tentang sosiologi budaya daerah, sedangkan David mempresentasikan bagaimana menata karya seni rupa untuk pameran.
Para perupa yang hadir berasal dari berbagai sanggar seni dari Kota Bandarlampung, Kabupaten Tanggamus, Lampung Tengah, Lampung Utara, Lampung Selatan, Tulangbawang Barat, Pringsewu, dan Kabupaten pesawaran.
Mewakili pembicara, David mengatakan peserta diajak membuat kerangka konsep karya dengan narasi yang berbeda-beda dan mereka mempresentasikan karyanya masing-masing dengan teknik, konsep yang berbeda-beda.
Menurut Pulung Suwandaru, kegiatan ini sangat penting bagi para perupa yang tak lepas dari persoalan sosial, budaya, dan politik.
Dari aspek kurator, kata David, pelukis harus mampu membaca sebuah tema yang disajikan dan kurator bertugas bagaimana agar karya-karya yang dipresentasikan dalam pameran bisa lebih dipahami dan dimengerti oleh masyarakat, terutama warga di Lampung. (HBM)
