HELOINDONESIA.COM - seiring perubahan iklim yang berdampak pada peningkatan suhu global, jumlah kasus diabetes juga meningkat. Menurut sebuah studi baru, Kedua kondisi tersebut saling berkaitan
Para peneliti dalam studi itu menemukan bahwa jumlah diagnosis pasien diabetes meningkat ketika suhu naik sebesar 1 derajat Celsius.
Penelitian yang diterbitkan pada jurnal BMJ Open Diabetes Research & Care, menganalisis data mengenai jumlah diagnosis diabetes yang dikeluarkan antara tahun 1996 dan 2013.
Baca juga: Antisipasi Perubahan Iklim Ekstrim, Pemprov Lampung Bentuk Tim Gugus Tugas El Nino
Hasilnya, mereka menemukan bahwa jumlah penderita diabetes meningkat sebesar 3,1 per 10.000 orang karena suhu rata-rata meningkat sebesar 1 derajat Celsius atau lebih. 1,6 derajat Fahrenheit.
Meskipun penelitian ini tidak dapat menentukan mengapa kenaikan suhu menyebabkan peningkatan kasus diabetes, para peneliti berpendapat bahwa kaitan tersebut mungkin disebabkan oleh kurangnya brown adipose tissue (BAT).
Brown adipose tissue adalah sebuah jaringan lemak yang teraktivasi pada kondisi dingin dan berperan dalam pembakaran lemak untuk menjaga keseimbangan gula darah.
Lemak alami ini sangat diandalkan tubuh untuk tetap hangat ketika suhu turun.
Jika suhu hangat, maka lebih sedikit pekerjaan yang harus dilakukan brown adipose tissue untuk menjaga tubuh tetap hangat.
“Data kami konsisten dengan hipotesis bahwa penurunan aktivitas BAT dengan meningkatnya suhu lingkungan dapat memperburuk metabolisme glukosa dan meningkatkan kejadian diabetes,” tulis para penulis penelitian seperti dilansir dari newsweek.com.
Para peneliti juga menemukan peningkatan kasus obesitas di mana pun perubahan iklim sering terjadi. Ketika suhu naik 1 derajat Celcius, obesitas, salah satu faktor risiko diabetes tipe 2, meningkat sebesar 0,173 persen.
Baca juga: Jangan Mau Ditakut-takuti, Berikut Mitos-Mitos Seputar Diabetes yang Perlu Anda Ketahui
Setelah memusatkan perhatian pada prevalensi obesitas di setiap negara bagian di AS, para peneliti menemukan jumlah kasus diabetes meningkat sebesar 2,9 kasus tambahan per 10.000 orang dengan setiap kenaikan suhu sebesar 1 derajat.
Ketika meneliti hubungan suhu dengan kondisi spesifik untuk diabetes tipe 2 di seluruh dunia, ketika suhu meningkat sebesar 1 derajat Celsius, obesitas meningkat sebesar 0,3 persen dan kasus gula darah puasa meningkat sebesar 0,2 persen, kata studi tersebut.
Penelitian tersebut tampaknya sejalan dengan penelitian terpisah pada tahun 2015 yang menyatakan bahwa paparan suhu dingin bisa menjadi metode terapi bagi penderita diabetes, karena ketika suhu lebih dingin, massa dan aktivitas brown adipose tissue meningkat dalam tubuh.
