HELOINDONESIA.COM - Masyarakat Indonesia patut bersyukur dengan kekayaan alam dan budayanya yang hingga kini masih terpelihara dengan baik.
Salah satu warisan leluhur bangsa yang berhasil ditemukenali oleh para ahli yang tergabung dalam Indonesia Wellness Master Association (IWMA) adalah Uruik Minang.
Rasa syukur ini disampaikan trainer spa wellness Yoyoh Rohmah Tambera seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (13/6/2025).
Yoyoh mengungkapkan bahwa ia telah mendalami dunia spa sejak tahun 1990-an.
Baca juga: Sekali Hembus, 12 Pohon Roboh dan 1 Atap Rungkad di Bandarlampung
"Guru saya Ibu Juliana memperkenalkan konsep spa kepada saya. Kebetulan pada waktu itu belum ada ethnowellness yang dikenal. Jadi kami berorientasi pada produk spa luar negeri, karena dia spa pertama," paparnya.
"Kebetulan waktu itu belum ada ethnowellness yang dikenal. Jadi kami konsentrasi pada spa luar negeri," jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, Ibu Juliana menggunakan produk-produknya tentu dari Amerika ya waktu itu karena memang beliau juga sekolah spa-nya di Amerika.
"Jadi beliau memperkenalkan ke saya tentang konsep spa. Bagaimana sih konsep spa itu," tambahnya.
Baca juga: Pohon Bertumbangan Dihajar Hujan dan Angin Kencang di Bandarlampung
Nah setelah ke sini atau berjalannya waktu, dia mulai mengenal ethnowellness.
"Semakin kagum dengan nenek moyang kita luar biasa sekali dalam mewarisi kekayaan budaya kesehatan dan kebugaran ethnowellness," terangnya.
Karena bersumbernya dari gurunya, ibu Yuliana yang mengajarkannya produk-produk dari Amerika dengan kekuatan aroma terapinya seperti apa dan lain sebagainya," terang ya.
Tentang segala macam detoksifikasi itu kita sebagaimana dan lain sebagainya
Karena saya waktu itu memang orang Indonesia tuh apa ya satu orang harus mengerjakan berbagai macam.
Baca juga: Peringati Hari Donor Darah se-Dunia, PMI Jakpus Geber Aksi Donor Darah, 5 Pendonor Dapat Emas 1 Gram
"Itu sebuah keuntungan. Jadi saya mengetahui banyak sekali sampai hal-hal yang kecil-kecil. Karena saya motivator, manajer, sebagai trainer juga dan lain sebagainya," tambahnya.
Dengan bekal itulah, sambung Yoyoh, maka ketika kami mempelajari tentang ethnowellness ternyata gak kalah dengan produk dari luar negeri.
"Ethnowllness itu luar biasa hasilnya dan tak kalah dengan produk luar negeri. Saat ini sudah ada 15 ethnowellness yang sudah ditemukenali oleh para ahli yang tergabung dalam IWMA," tandasnya.
