Helo Indonesia

Sepakbola Porprov 2026: Diwarnai Dua Kartu Merah, Demak Bungkam Kota Semarang 2-1

57 menit lalu
    Bagikan  
Sepakbola Porprov 2026: Diwarnai Dua Kartu Merah, Demak Bungkam Kota Semarang 2-1

Laga pembuka sepakbola Porprov Jateng yang mempertemukan Demak dan Kota Semarang

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Laga sepakbola Grup A Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 langsung menyajikan drama dengan tensi tinggi. Bertanding di Stadion Citarum, Semarang, Kamis (22/10/2026) sore, kesebelasan Kabupaten Demak secara mengejutkan sukses membungkam tuan rumah Kota Semarang dengan skor tipis 2-1.

Tampil di hadapan pendukungnya sendiri dan diunggulkan sebagai barometer sepak bola Jawa Tengah, Kota Semarang justru tampil tertekan sejak menit awal. Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh anak-anak asuh Idrus Gunawan.

Baca juga: Kairul Anwar Minta Perangkat Pertandingan Jaga Marwah di Porprov Tinju Jateng 2026

Kabupaten Demak yang bermain solid dan lugas membuka keunggulan pada menit ke-19 lewat aksi Andrean Maulana. Stadion Citarum kembali bergemuruh menjelang turun minum ketika Hibatullah Abishta mengoyak jala Kota Semarang di menit ke-44, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Kota Semarang sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Muhammad Fachri Hidayat. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, upaya tuan rumah untuk mengejar angka selalu kandas di benteng pertahanan Demak.

Drama Kartu Merah 
Tensi pertandingan meningkat drastis pada babak kedua. Duel fisik dan pelanggaran keras tak terhindarkan seiring meningkatnya frustrasi para pemain. Puncaknya terjadi pada menit ke-73 saat keributan antarpemain pecah di tengah lapangan.

Wasit Fero Arsanto bertindak tegas dengan mengacungkan kartu merah langsung kepada dua pemain sekaligus yaitu Moreno Pradipta (Kota Semarang) dan Rajendra Rifqi (Kabupaten Demak)

Pelatih Kota Semarang, Mohamad Dofir, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya atas hasil pahit di laga pembuka ini. Menurutnya, faktor emosi pemain yang tersulut menjadi penyebab utama kekalahan.

"Kami punya banyak peluang, tapi apa yang saya takutkan saat lawan Demak terjadi: sisi emosional anak-anak. Pasti diganggu, dan dalam beberapa hari ini sebenarnya sudah saya ingatkan," ungkap Dofir.

Menatap dua laga krusial berikutnya melawan Kabupaten Kudus dan Kota Surakarta, Dofir menegaskan akan segera melakukan pembenahan total, meski harus memutar otak akibat absennya pemain yang terkena kartu merah.

Baca juga: Peringati HSN di Kota Tegal, Ahmad Luthfi Ajak 555 Ribu Santri Perangi Kemiskinan

Di sisi lain, juru taktik Kabupaten Demak, Idrus Gunawan, mengapresiasi tinggi perjuangan pantang menyerah anak asuhnya yang berhasil membalikkan semua prediksi.

"Perjuangan anak-anak sore ini tidak mudah karena Kota Semarang adalah barometer di Jawa Tengah. Kami sebenarnya hanya menargetkan hasil imbang, tapi tim bermain sangat solid dan ngeyel," ujar Idrus.

Terkait insiden kartu merah dan tensi panas di babak kedua, Idrus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

"Jika ada insiden yang dianggap kurang fair, kami memohon maaf. Ini menjadi catatan evaluasi kami ke depan," pungkasnya mantap menatap laga berikutnya demi mengamankan tiket ke fase gugur. (Aji)