LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM ---- Universitas Bandar Lampung (UBL) menghadiri Rapat Kerja (Reker) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II dengan para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Emersia Hotel, Kota Bandarlampung, Selasa (23/6/2026).
Keikutsertaan UBL sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terkemuka di Bandar Lampung, pimpinan UBL turut hadir dalam raker tersebut. UBL sendiri secara konsisten dikenal sebagai kampus yang kerap meraih penghargaan dari LLDIKTI Wilayah II pada perhelatan serupa di tahun-tahun sebelumnya.

UBL menjadikan ajang ini sebagai silaturahmi sekaligus kolaborasi untuk merumuskan langkah strategis demi masa depan pendidikan tinggi bersama pimpinan PTS menjadikan
Tema raker yang diikuti PTS dari Lampung, Sumsel, Babel, dan Bengkulu pada tahun ini adalah "Membangun Ekosisten Inovasi Semesta: Hilirisasi Riset Berdampak dan Evaluasi IKU Perguruan Tinggi untuk Peningkatan Mutu Pendidikan".
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antarperguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus mempercepat implementasi hasil riset yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sambutan sekaligus laporan kegiatan, Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc menyampaikan kebahagiaannya atas semakin kompaknya pimpinan PTS dari empat provinsi wilayah kerja LLDikti Wilayah II.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan perguruan tinggi yang selama ini terus berupaya memberikan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Prof. Iskhaq juga menyampaikan beberapa arahan strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait pengelolaan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) agar tepat sasaran, khususnya bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan.
Menurutnya, KIP-K Kuliah akan difokuskan kepada mahasiswa dengan ekonomi kelas 1 hingga kelas 4 saja. Ia berharap agar nantinya KIP-K Kuliah benar-benar tepat sasaran, khususnya bagi mahasiswa kurang mampu yang menjadi prioritas penerima agar memutus rantai kemiskinan di Indonesia.
Konsorsium perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta (PTN-PTS) di setiap provinsi dalam wilayah LLDikti II diharapkannya menjadi wadah kolaborasi dalam mendukung program prioritas nasional yang berfokus pada empat sektor utama: pangan, energi, air, dan digitalisasi.
Model konsorsium telah berhasil diterapkan di Nusa Tenggara Timur melalui program penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting yang melibatkan berbagai perguruan tinggi. Ke depan, konsep serupa akan dikembangkan dengan menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing daerah.
“Setiap daerah memiliki tantangan dan potensi yang berbeda. Karena itu, kolaborasi perguruan tinggi melalui konsorsium diharapkan mampu menghasilkan program yang lebih terarah dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” jelasnya. (Prapthy)
