Helo Indonesia

Tradisi Raja dan Sultan Menjamu Tamu, Ini Asal Muasal Minuman Herbal Khas Nusantara

M. Haikal - Ragam -> Traveling
Rabu, 16 Juli 2025 23:22
    Bagikan  
Tanaman obat
Foto: pexels

Tanaman obat - Sebagai upaya pencegahan pun tanaman obat atau herbal ini bisa dikonsumsi secara rutin.

HELOINDONESIA.COM - Siapa yang tak kenal jamu. Minuman herbal kesehatan asli nusantara ini masih menjadi favorit bagi siapa pun yang ingin menjaga stamina dan kesehatan tubuh.

Jamu menjadi minuman kesehatan yang sangat istimewa di jaman kerajaan dan kesultanan dahulu.

"Jamu itu berasal dari kata jampi dan usodo. Jampi itu doa, usodo itu wellness," ungkap Mayjen (Purnawirawan) Dr Daniel Tjen Sp.S dari Dewan Jamu Indonesia seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (16/7/2025).

Dikatakan Daniel Tjen, jamu mengandung dua komponen.

Baca juga: Pererat Persaudaraan, Tim Tenis Meja USM Tanding Persahabatan dengan UPGRIS

Komponen pertama adalah ramuan-ramuan untuk wellnessnya.

Kedua diterapkan untuk kesehatan dan kebugaran manusia.

Dikatakan Daniel Tjen, jamu sangat erat kaitannya dengan kerajaan dan kesultanan.

Tentu saja sebelum adanya negara merdeka Indonesia.

Baca juga: Kunjungi P4S di Boyolali, Ratusan Petani Karanganyar Belajar Inovasi Vermikompos

Menurutnya, ada satu terminologi yang diberikan oleh sultan dan raja ketika mengundang tamunya ke kerajaan akan memberikan sajian tamunya yang terbaik.

"Jadi menjamu adalah terminologi yang sangat agung nilainya. Sebab diberikan oleh raja atau sultan kepada tamunya. sehingga muncul istilah menjamu," ungkap Daniel Tjen.

Hampir di tiap daerah pada dahulu kala terdapat kerajaan dan kesultanan. Dan tiap-tiap kerajaan memiliki tradisi minum jamu dan menjamu tamunya.

"Warisan itu masih terjaga dengan baik. Sehingga, di tiap daerah jamu menjadi salah satu destinasi wisata wellness tourism," terang Daniel Tjen.

Baca juga: Polda Lampung Sertijab 4 Pejabat Polda dan 2 Kapolres

Lebih lanjut disebutkan, jamu ini menjadi pilar untuk dikembangkan secara global sebab potensi jamu adalah ruang yang sangat lebar.

"Jamu harus kita manfaatkan dan untuk memanfaatkan. Ini tentu harus kita libatkan semua pihak jangan ada satu sektor pun yang tertinggal," tandasnya.