Helo Indonesia

China jadi Kompetitor Indonesia di Bidang Wellness Tourism

M. Haikal - Ragam -> Traveling
Jumat, 24 Oktober 2025 20:06
    Bagikan  
Herbal
Foto: pexels

Herbal - Obat herbal yang kita kenal selama ini di pasaran ternyata tak hanya diproduksi secara tradisional saja, tapi juga tersedia dalam produk siap saji.

HELOINDONESIA.COM - China menjadi salah satu kompetitor Indonesia di bidang pariwisata, terutama wellness tourism.

Mengapa China sudah dianggap sebagai pesaing?

Karena China memiliki pengobatan herbal sama seperti kita yang juga memiliki jamu sebagai minuman kesehatan tradisional.

"China ini kalau kita ngomong wellness tourism jadi agak saingan dikit, terutama dengan herbalnya," ungkap Heben Ezer dari DPP ASTINDO seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Jumat (24/10/2025).

Baca juga: Menkeu Perlu Ungkap Endapan Dana Setiap Kementerian dan Lembaga, Jangan Hanya Daerah

Namun demikian, lanjut Heben, dengan wellness treatment-nya Indonesia menang dari negeri tirai bambu tersebut.

"Saya beberapa kali ke China di sana itu massage, Yoga sebenarnya itu enggak populer. Di China obatnya aja ya, herbalnya saja yang populer," terang Heben.

Namun demikian, dengan herbal jamu yang dimiliki Indonesia menjadi peluang untuk bisa bersaing dengan China.

"Jamu ini juga dengan apa yang dikembangkan herbal di China emang perlu kita secara intens mulai memasarkan jamunya Indonesia ini," paparnya.

Baca juga: SPPG Belum Sepenuhnya Memiliki Sertifikat Higiene Sanitasi di Bandarlampung

Heben mengaku menyayangkan kalau minuman tradisional asli Indonesia yang sudah ada secara turun temurun ini tidak dikelola dengan sangat baik.

"Karena kalau jamu ini bisa dikelola juga akan menjadikan ladang ekspor seperti China. Di China beberapa komponen-komponen dari obat tradisionalnya itu dijadikan ekspor," paparnya.

Ditambah dengan perkembangan teknologi informasi orang-orang sudah mulai sadar bahwa yang berkaitan dengan kimia itu sudah mulai tidak terlalu diandalkan.

"Mereka lebih banyak kembali ke back to nature dan sebagainya. Belum lagi ditambah polusi yang tidak baik untuk tubuh dan sebagainya," tandasnya.