✕

Santriwati di Kendal Korban Ruda Paksa dan Tewas, Sebelumnya Akrab dengan Pria Pati

Jumat, 18 Oktober 2024 13:31
Jasad ditutup daun pisang Kolase istimewa

HELOINDONESIA.COM -Seorang santriwati dari pondok pesantren (ponpes) di Ngampel, Kendal, bernama SN (20) ditemukan tewas dengan cara yang mengenaskan dekat kandang ayam di Desa Darupono, Kamis, 17 Oktiber 2024.. Dia diduga menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan.

"Dugaan sementara kami, mayat yang ditemukan warga di Desa Darupono merupakan korban pembunuhan dan pemerkosaan. Itu dugaan sementara kami," ujar Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Rizky Ari Budianto, ketika dihubungi detikJateng pada Kamis (17/10).

Doakan Menang 

Baca juga: Indonesia Menang 3-0 Lawan Bahrain, Aturan FIFA Poin 28 Sudah Jelas

Rizky menjelaskan bahwa dari pemeriksaan awal, terdapat luka di leher korban. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi untuk menentukan penyebab pasti kematian SN serta untuk mengetahui apakah dia juga menjadi korban pemerkosaan.

Kabar tentang kematian SN mengejutkan keluarganya, yang bahkan sempat tidak mempercayai berita duka tersebut.

Keluarga SN, santriwati berusia 19 tahun yang diduga menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan di Darupono, Kendal, menyatakan bahwa sebelum insiden itu terjadi, ada seorang pria yang mendekatinya. Pria tersebut mengaku berasal dari Pati dan memiliki pesantren, namun keluarga korban tidak merasa curiga.

Main strategi

Baca juga: Mantan Istri Ahok Dipanggil ke Kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto

Ibu korban, Rohmatun, mengatakan pria tersebut pernah mengajak SN untuk menghadiri pengajian Habib Luthfi di Pekalongan. Namun, SN meminta agar pria itu datang ke rumah terlebih dahulu untuk meminta izin.

“Anak saya diminta menghadiri pengajian Habib Luthfi di Pekalongan, tapi anak saya minta dia mampir dulu ke rumah untuk izin langsung sama saya,” ujar Rohmatun, Kamis (17/10/2024).

Namun pria tersebut tidak pernah datang, kebetulan pada hari itu, keluarga sedang mengadakan acara haul untuk nenek SN, sehingga putrinya tetap di rumah.

Rohmatun juga melihat putrinya berkomunikasi dengan pria yang mengaku berasal dari Pati dan berusia lebih tua. Meskipun ia sempat menyaksikan percakapan tersebut, Rohmatun tidak mengingat identitas pria itu.

Pertemuan mereka berawal dari Instagram, dan komunikasi semakin intens saat SN menggunakan ponselnya, meskipun aturannya di pesantren melarang penggunaan ponsel.

SN dikenal sebagai anak yang pendiam, sehingga Rohmatun sering bertanya untuk mengetahui kabar putrinya. Baru setelah itu SN mengaku dekat dengan pria tersebut.

Saat ini Polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini, dan pihak keluarga berharap pelaku dapat segera ditangkap dan mendapatkan hukuman yang setimpal.***

Berita Terkini