HELOINDONESIA.COM -Berdasarkan pernyataan bersama antara Tiongkok dan Indonesia pada Sabtu (9 November), kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di sektor-sektor penting seperti litium, kendaraan listrik, energi hijau, dan pariwisata.
Pernyataan ini dikeluarkan setelah Presiden Tiongkok Xi Jinping bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Prabowo tiba di Beijing Jumat lalu untuk kunjungan tiga hari.
Pada hari Minggu, Prabowo menghadiri pertemuan antara KADIN Indonesia dan berbagai perusahaan Tiongkok, menyaksikan penandatanganan kesepakatan senilai lebih dari USD 10 miliar (Rp155 Triliun kurs Rp15 ribu). Prabowo menyebut ini sebagai tonggak penting dalam hubungan bilateral.
Pekerjaan menjanjikan
Baca juga: Lowongan Petani Milenial, Penghasilan Tinggi dan Menjadi Pahlawan Swasembada Pangan Indonesia
Sejak kemenangan Prabowo pada Maret lalu, Tiongkok menjadi negara pertama yang ia kunjungi. Setelah resmi menjabat pada Oktober, Prabowo kembali mengunjungi Tiongkok, mempertegas komitmen Jakarta dalam memperkuat hubungan strategis dengan Beijing.
Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Prabowo dan Presiden Xi Jinping bertemu pada 9 November dalam suasana “hangat dan bersahabat” dan mencapai “kesepahaman luas yang penting”,
Pernyataan itu menegaskan bahwa “Tiongkok dan Indonesia bekerja sama untuk menciptakan motor baru bagi kemajuan global, dengan menggali potensi kerja sama kendaraan listrik, baterai litium, dan fotovoltaik, serta mengambil peran utama dalam kolaborasi ekonomi digital dan pembangunan hijau."
Hati hati ya Bun
Baca juga: Over Cleansing Malah Bahaya Bagi Wajah, Berikut Ini Cara yang Benar, Bukan Berkilau
Kedua negara juga berencana mempererat kerja sama di sektor pertambangan, memanfaatkan keunggulan masing-masing dalam sumber daya dan kapasitas produksi. Keduanya menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat kerja sama sumber daya mineral penting dan membentuk kemitraan mineral hijau.
Beberapa tahun terakhir, perusahaan baterai litium Tiongkok mulai berinvestasi di Indonesia, di mana media baru China Energy Storage Network menyebut Indonesia sebagai “pangkalan laut global” untuk perusahaan baterai litium Tiongkok. Di sisi konsumen, pasar kendaraan listrik Indonesia saat ini didominasi produk Tiongkok dengan pangsa pasar lebih dari 80 persen.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia sebelumnya menyatakan harapan agar penjualan kendaraan listrik mencapai 2 juta unit dan motor listrik mencapai 13 juta unit pada 2030. Untuk itu, dibutuhkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.
Seiring meningkatnya pangsa pasar kendaraan listrik Tiongkok di Indonesia, beberapa pengamat memperingatkan risiko ketergantungan industri kendaraan listrik pada Tiongkok, yang dapat terpengaruh ketegangan geopolitik. Belum adanya kebijakan jelas dari produsen Tiongkok terkait daur ulang baterai juga menimbulkan kekhawatiran terhadap polusi lingkungan.
Saling melengkapi
Baca juga: 4 Poin Perbedaan yang Disampaikan Prabowo dengan Xi Jinping Menuju Kemitraan Strategis
Selama kunjungan Prabowo, kedua negara menandatangani berbagai kesepakatan kerja sama, termasuk pengembangan bersama di laut, perikanan, sumber daya mineral, mineral hijau, sumber daya air, keamanan maritim, penilaian kesesuaian, ekonomi biru, perumahan, serta ekspor kelapa segar Indonesia ke Tiongkok.
Pernyataan bersama itu juga menunjukkan bahwa untuk “memulihkan dan melampaui” tingkat pariwisata sebelum pandemi, kedua negara akan menerapkan kebijakan visa baru, termasuk visa multikunjungan bertahun-tahun, serta menambah lebih banyak penerbangan langsung dan titik tujuan, mengembangkan rute baru, dan menciptakan produk wisata.
Selain komitmen di sektor ekonomi dan energi, pernyataan bersama itu menyatakan bahwa kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama politik, ekonomi, budaya, dan maritim yang selama ini disebut “empat roda penggerak” menjadi “lima pilar utama”, dengan menambah kerja sama keamanan sebagai pilar kelima. Pertemuan pertama mekanisme dialog tingkat menteri “2+2” antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara akan diadakan tahun depan.
Menurut pernyataan bersama, kedua negara sepakat mempererat kontak tingkat tinggi militer, menyempurnakan mekanisme dialog pertahanan, dan memperkuat pertukaran kunjungan serta latihan militer di berbagai tingkat dan bidang.***
