Helo Indonesia

Petani Singkong Makin Sengsara, Pabrik Membangkang Kesepakatan Harga

Herman Batin Mangku - Ekonomi -> Bisnis
Jumat, 3 Januari 2025 22:19
    Bagikan  
SINGKONG
Helo Lampung

SINGKONG - Petani singkong saat testimoni (Foto Screenshot Helo)

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Kesepatan harga yang ditandatangani 29 pengusaha tepung tapioka malah makin membuat sengsara petani singkong. Selain tak sesuai kesepakatan, pabrik juga makin semena-mena menghargai pembelian singkong.

Hal itu dikatakan Ketua Persatuan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Kabupaten Mesuji Kadek Kastiawan bersama sejumlah petani singkong setempat lewat testimoni video yang diterima Helo Indonesia, Jumat (03/01/2025).

Disimpulkannya:
1. Perusahaan pabrik tapioka membangkang terhadap ketetapan Pj Gubernur Samsudin.
2. Pemprov Lampung tidak serius dalam menangani permasalahan yang sedang dihadapi petani singkong.

Kadek Kastiawan minta Pemprov Lampung segera menerbitkan peraturan daerah (perda) terkait harga dan rafraksi sebagai acuan pembelian singkong yang berkeadilan terhadap petani singkong.

Jika hingga 13 Januari 2024 Pemprov Lampung belum dapat menyelesaikan masalah ini, petani singkong akan beramai-ramai aksi ke Pemprov Lampung, DPRD Lampung, semua pabrik singkong yang ada di Lampung.

Testimoni Kadek diakhiri dengan yel-yel: Hidup petani singkong (hidup), petani bersatu (tak terpisahkan), jaya petani singkong Lampung (jaya jaya jaya).

Kesepakatan harga singkong Rp1. 400/kg dengan rafaksi maksimal 15 persen antara Pj Gubernur Lampung Samsudin dan 29 pengusaha tepung tapioka baru sebatas di atas kertas. Kenyataannya di lapangan, u masing y jauh panggang dari api.

Sejumlah pabrik tepung tapioka tak melaksanakan kesepakatan, kata Ketua Persatuan Petani Ubi Kayu Indonesia (PPUKI) Lampung Dasrul ketika audiensi dengan DPRD Kabupaten Lampung Utara (Lampura) di Kotabumi, Jumat (12/12/24).

Usai pertemuan kepada Helo Indonesia, Ketua DPRD Lampung Utara M. Yusrizal membenarkan hasil surveynya, pabrik pengolahan singkong belum menerapkan harga sesuai kesepakatan di Kantor Gubernur, Senin (23/12/2024).

Rencana, kata Yusrizal, jika harga singkong belum juga berpihak kepada petani Lampung, maka mereka akan memperjuangkan nasibnya ke Senayan untuk bertemu dengan anggota DPR RI dan Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Kamis (12/12/2024), ribuan anggota Persatuan Petani Singkong Lampung Utara (PPSLU) menggeruduk DPRD setempat. Bupati Aswarodi dan Ketua DPRD Yusrizal akhirnya menandatangani harga singkong terendah Rp1.500/kg.

Selasa (24/12/2024), Pemprov Lampung dan 29 pengusaha tepung tapioka telah pula menyepakati harga singkong jadi Rp1400/kg. Selain itu, pabrik tak boleh impor tepung tapioka

Perwakilan PT Umas Jaya Agrotama, Willy mengatakan pihaknya menyepakati keputusan hari ini, terutama soal pembatasan impor. Tinggal bagaimana pemerintah pusat yang mengaturnya.

Beberapa perwakilan perusahaan menolak menandatangani kesepakatan. Namun, dapat diabaikan mereka hanya perwakilan yang tidak masuk dalam akte perusahaan, ujar Willy.

Anggota DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi merasa lega . Dia berharap harga tersebut dapat mensejahteraan petani. Tinggal, menurut dia, regulasinya mungkin dalam bentuk perda atau pansus.

Walau, sebelumnya, Wahrul mengatakan harga singkong seharusnya Rp3000-Rp4000/kg. Namun, setelah pertemuan dengan 29 pengusaha, dia mengapresiasi kesepakatan Pj Samsudin harga singkong Rp1400/kg. (Zen Sunarto)


 -