HELOINDONESIA.COM -Menko Pangan Zulkifli Hasan mengunjungi Kelompok Tani Kosagrha Lestari di Medayu Selatan V, Surabaya, dan mengapresiasi gerakan urban farming mereka. Warga memanfaatkan lahan perumahan untuk menanam sayuran, beternak ayam, serta budidaya ikan.
"Bikin sayur-sayuran, cabai, terong, ikan, kemudian ada ayam yang bisa bertelur, ini luar biasa. Kalau budaya seperti ini menyebar ke seluruh Indonesia, maka kita cepat mandiri (pangan)," ujar Zulhas dalam kunjungannya, Senin (10/2/2025).
Zulhas menilai inisiatif ini bisa mendorong kemandirian pangan dan mengendalikan inflasi, terutama untuk komoditas seperti cabai.
"Bayangin harga cabai Rp 100 rb, dengan tanam begini sayur cukup, ikan cukup, cabai gak ada masalah. Kalau gerakan ini menyebar ke seluruh Indonesia, akan membantu rakyat, membantu pemerintah," tuturnya.
Lantas apa Kehebatan Kosagrha Lestari hingga dikunjungi oleh level menteri dan apa kiat-kiatnya? berikut ini Tim Redaksi menulis dalam bentuk poin poin agar lebih mudah dibaca, dikutip dari wawancara Tribune dengan Ketua Kelompok Tani Kosagrha Lestari Pridha Nashari Pratika (39).
1. Pertanian Urban Sukses di Lahan Terbatas
- Berhasil mengembangkan pertanian urban farming dengan sistem hidroponik di lahan sempit, memanfaatkan greenhouse yang awalnya tidak terpakai.
- Menghasilkan beragam sayuran (pakcoy, terong, tomat, selada, kembang kol) hingga buah (melon, labu, gambas) dan mulai mengembangkan budidaya ikan (patin, nila, lele).
2. Pemberdayaan Lansia dan Peningkatan Ekonomi
- Melibatkan 40 anggota (sebagian besar lansia) yang aktif berkontribusi, meningkatkan partisipasi warga.
- Mencapai omzet sekitar Rp3 juta per bulan dari penjualan sayuran, jus sawi, dan produk olahan lainnya.
3. Dukungan Institusi dan Pengakuan
- Mendapat bantuan fasilitas, pendampingan, dan pendanaan dari Pemkot Surabaya serta BRI senilai Rp321 juta untuk pengembangan greenhouse, gazebo, dan alat pertanian.
- Dijadikan contoh program BRInita (Bertani di Kota) BRI dan dianggap sebagai potensi wisata edukasi di Surabaya.
4. Inovasi Produk dan Pemasaran Modern
- Mengembangkan produk olahan bernilai tinggi seperti jus sawi, teh bunga telang, chicken roll sayur, dan rengginang sawi.
- Menjual produk melalui *marketplace* dengan sistem *pre-order* serta siap tampil di pameran UMKM.
5. Kemandirian dan Kelestarian Lingkungan
- Warga mudah mengakses sayuran segar secara gratis untuk konsumsi sehari-hari.
- Lingkungan RW 4 Medokan Ayu menjadi lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Usaha yang Dilakukan untuk Meraih Kesuksesan:
1. Kolaborasi dan Komitmen Awal
- Memulai dengan urunan dana anggota untuk beli bibit dan peralatan, lalu memutar hasil penjualan untuk pengembangan bisnis.
2. Pemanfaatan Teknologi Pertanian
- Memilih sistem hidroponik agar cocok dengan lahan terbatas dan cuaca Surabaya yang panas.
- Mengoptimalkan komposter dan teknik pertanian organik untuk hasil berkualitas.
3. Diversifikasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah
- Mengubah sayuran mentah menjadi produk olahan (jus, teh, camilan) yang lebih menguntungkan.
- Memvariasikan tanaman untuk memenuhi kebutuhan pasar dan mengurangi risiko gagal panen.
4. Sinergi dengan Pihak Eksternal
- Mengikuti pelatihan dari mahasiswa UPN Veteran Jatim dan menerima pendampingan teknis dari Pemkot Surabaya.
- Membangun kemitraan dengan BRI untuk pengembangan infrastruktur dan pemasaran.
5. Reinvestasi Keuntungan untuk Ekspansi
- Mengalokasikan keuntungan penjualan untuk pembuatan greenhouse baru dan perluasan lahan.
- Merencanakan integrasi pertanian dengan budidaya ikan (*aquaponik*) untuk keberlanjutan jangka panjang.
6. Promosi dan Partisipasi Komunitas
- Aktif mengikuti pameran (seperti agenda Pemkot Surabaya) untuk memperluas pasar.
- Membuka kesempatan warga memancing ikan secara gratis, memperkuat rasa kepemilikan masyarakat.
Dengan kombinasi inovasi, kolaborasi, dan semangat gotong royong, Kosagrha Lestari menjadi model sukses pertanian urban yang berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan.(Adi)
