Helo Indonesia

Gandeng Primaya Hospital, KONI Jateng Pastikan Kesehatan Atlet Terjamin Total

Ajie - Olahraga
Jumat, 5 Juni 2026 21:34
    Bagikan  
Gandeng Primaya Hospital, KONI Jateng Pastikan Kesehatan Atlet Terjamin Total

Waketum IV KONI Jateng Harry Nuryanto dan Direktur Primaya Hospital Semarang dr Aditya Nugraha saat menunjukkan nota perjanjian kerja penanganan kesehatan dan cedera atlet

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat benteng perlindungan bagi para pahlawan olahraganya. Guna memastikan kesehatan dan penanganan cedera berjalan cepat dan tepat, KONI Jateng resmi menjalin kerja sama strategis dengan Primaya Hospital Semarang.

Langkah taktis ini menjadi kelanjutan dari program proteksi berlapis KONI Jateng, setelah sebelumnya sukses menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk jaminan sosial atlet, pelatih, dan ofisial.

Kerja sama bertajuk “Sinergi Strategis untuk Prestasi Atlet Jawa Tengah” tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan nota kerja sama di Ruang Auditorium Lantai V Primaya Hospital Semarang, Jalan Kedungmundu, Jumat sore 5 Juni 2026.

Baca juga: Fakultas Ekonomi USM Gandeng RSND Semarang Cetak Lulusan Siap Kerja

Prosesi penandatanganan dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Umum IV KONI Jateng Harry Nuryanto Soediro SE MM dan Direktur Utama Primaya Hospital Semarang dr Aditya Nugraha M.Biomed MM CMC, dengan disaksikan Kepala Balai PPLOP Jateng Farid Aly Ikhwan.

Turut mendampingi Harry Nuryanto, Sekretaris Umum KONI Jateng Budi Santoso dan sejumlah pengurus diantaranya Kabid Kesehatan Prof Dr dr Mahalul Azam MKes, Kabid Litbang Achmad Ris Ediyanto, Kabid Humas Agus Hermanto, pelatih, serta puluhan atlet berprestasi Jateng.

Direktur Utama Primaya Hospital Semarang dr Aditya Nugraha menegaskan., kerja sama tersebut merupakan langkah strategis di mana rumah sakit dalam mendukung kesehatan, dan peningkatan prestasi olahraga di Jawa Tengah di kancah nasional maupun internasional.

"Suatu kebanggaan bagi kamj turut serta mendukung peningkatan kesehatan atlet, mulai dari calon atlet, atlet aktif, hingga para pengurus olahraga. Poin terpentingnya adalah atlet sehat, prestasi meningkat," ujar Aditya kepada wartawan.

Menurutnya, Primaya Hospital telah menyiapkan sumber daya manusia dan fasilitas kesehatan yang mendukung kebutuhan atlet, khususnya dalam penanganan cedera olahraga dan peningkatan performa fisik.

Saat ini, Primaya Hospital Semarang memiliki empat dokter spesialis ortopedi, termasuk satu dokter subspesialis sport injury atau cedera olahraga. Rumah sakit tersebut juga didukung dokter spesialis jantung dengan layanan rehabilitasi kardiovaskular yang dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik atlet, termasuk pengukuran dan peningkatan VO2 Max.

Selain itu, tersedia berbagai fasilitas penunjang seperti CT Scan, MRI, USG muskuloskeletal, hingga terapi medis modern seperti stem cell, sekretom, dan Platelet Rich Plasma (PRP).

"Kami juga memiliki tim rehabilitasi medis yang berpengalaman menangani pasien cedera olahraga. Bahkan dokter umum kami telah dibekali kompetensi ilmu faal olahraga sehingga layanan yang diberikan benar-benar mendukung kebutuhan atlet," jelasnya.

Tak hanya aspek fisik, Primaya Hospital juga menyediakan layanan psikologi klinis, konsultasi gizi, hingga terapi komplementer seperti akupunktur untuk membantu menjaga kondisi mental dan kebugaran atlet secara menyeluruh.

Aditya menegaskan tidak ada perbedaan pelayanan antara atlet dan masyarakat umum. Namun, atlet akan memperoleh manfaat dari tersedianya tenaga medis, teknologi, dan layanan khusus yang mampu mempercepat proses pemulihan cedera serta mendukung peningkatan performa olahraga.
Komitmen
Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV KONI Jateng Harry Nuryanto Soediro mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen KONI dalam memberikan perlindungan dan pembinaan atlet secara berkelanjutan.

"Pembinaan atlet bukan hanya soal latihan dan prestasi. Kami juga harus memastikan kesehatan dan keselamatan mereka terjaga selama menjalani proses latihan maupun saat bertanding," katanya.

Harry menjelaskan, sebelumnya KONI Jateng juga telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada atlet dan pelatih selama mengikuti program pembinaan maupun kejuaraan.

Baca juga: Atdikbud KBRI Kuala Lumpur Sambut KKN Internasional USM: Jaga Nama Baik Kampus

Sebagai tindak lanjut, KONI menggandeng Primaya Hospital karena dinilai memiliki fasilitas kesehatan yang lengkap dan rekam jejak yang baik dalam menangani kasus cedera olahraga.

"Kami melihat Primaya Hospital memiliki sarana dan tenaga medis yang sangat memadai. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan sinergi yang baik sehingga apabila terjadi cedera pada atlet, penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat," ujarnya.

Harry menambahkan, seluruh atlet yang masuk dalam program pembinaan KONI Jawa Tengah mendapatkan perlindungan kesehatan. Bahkan cedera yang terjadi akibat kegiatan resmi olahraga, baik saat latihan maupun pertandingan, menjadi tanggung jawab KONI sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kolaborasi ini, KONI Jateng berharap kualitas layanan kesehatan bagi atlet semakin meningkat sehingga mereka dapat tampil maksimal dalam berbagai ajang olahraga regional, nasional, maupun internasional.

Sementara itu, Pelatih taekwondo Jateng Fransisca Valentina menyampaikan menyampakan apresiasinya atas adanya kerja sama ini. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bukti pemerintah, KONI, dan rumah sakit hadir untuk menjamin kesehatan dan mendorong penanganan yang lebih cepat dan tepat manakala atlet mengalami cedera.

''Kami pelatih ikut tenang. Para atlet akan terlindungi, baik itu kesehatan ataupun ketika mereka mengalami cedera,'' ujar mantan atlet taekwondo peraih perunggu Asian Games 2010 dan emas SEA Games 2011 itu. (Aji)