Tingkatkan Daya Saing, Industri Spa Wellness Harus Berbasis Risiko, Ini Alasan dan Aturannya

Minggu, 3 Agustus 2025 01:27
Bagaimana menyempurnakan peran pemerintah dalam pengembangan wellness Tourism di Indonesia, selain bermanfaat bagi masyarakat di Nusantara tapi juga menjadi daya tarik wisatawan mancanegara. Foto: pexels

HELOINDONESIA.COM - Usaha spa wellness ke depannya sangat cerah. Ini ditandai dengan meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke tanah air.

Kedatangan mereka tak hanya untuk menikmati alam dan budaya khas Nusantara saja.

Tapi tak sedikit untuk berkunjung melakukan healing journey, sebuah praktik terapi kesehatan yang mengandalkan wellness tourism.

Namun demikian, Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi Pariwisata (LSP Pariwisata), Akhyaruddin Yusuf seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Sabtu (2/8/2025) menegaskan bahwa peluang ini harus dimanfaatkan betul oleh para pelaku industri di bidang wellness.

Baca juga: Sugiono Apresiasi Suasana Guyub di IPSI Jateng, Siap Bantu Pendirian Padepokan Silat

"Para pelaku industri pariwisata harus bisa meningkatkan kualitas industrinya sendiri dan kemudian kualitas SDM pariwisatanya," jelas Akhyarudin Yusuf.

Menurutnya, ketika bicara kualitas industri pariwisata itu harus dengan standar usaha pariwisatanya.

"Sementara kalau kita bicara kualitas SDM pariwisata kita bicara dengan profesi.Jadi secara profesi dengan latihan pendidikan dan pelatihan. Nah itu kita tingkatkan melalui kualitas sdm pariwisata," terangnya.

Jadi, lanjutnya, dalam pengembangan industri pariwisata, ada dua aspek yang penting yaitu orangnya manusianya dan industrinya.

Baca juga: Gubernur Minta Pencak Silat Masuk Kurikulum pada Seluruh SMA di Jateng

"Kalau kita bicara di kualitas industrinya kita bicara terkait dengan beberapa referensi yang harus kita perhatikan dalam rangka meningkatkan kualitas industri pariwisata," paparnya.

Akhyarudin Yusuf menegaskan hal ini diatur melalui undang-undang nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, PP nomor 5 tahun 2001 tentang penyelenggaraan perhimpunan perusahaan beresiko dan beberapa peraturan lainnya.

"Sekarang ini memang ada sedikit perubahan yang. Kita lihat sekarang kelompokkan kualifikasi perusahaan itu semuanya itu nanti berbasis resiko. Nah perizinan berpusat berbasis resiko itu bertujuan untuk meningkatkan ekosistem investasi," tandasnya.

Berita Terkini