Helo Indonesia

Ayah Chiharu Shida Biksu, Punya Kuil, Kaya Raya, Akankah Ia Menjadi Biksu?

Satwiko Rumekso - Olahraga -> Bulu Tangkis
Sabtu, 21 Desember 2024 16:44
    Bagikan  
Chiharu Shida
Istimewa

Chiharu Shida - Patasnya yang cantik menyihir para pria

HELOINDONESIA.COM - Atlet badminton yang satu ini menyihir tiap pria khususnya penggemar bulutangkis. Sosoknya yan cantik khas wanita Jepang, prestasi dan aksi di lapangan membuat atlet yang satu ini selalu mendapat perhatian.

Seberapa besarkah rasa suka para lelaki terhadap Chiharu Shida? Bahkan para penggemar fanatiknya dari Tiongkok rela bepergian ke Jepang hanya untuk melihat kuil pribadi ayah Chiharu Shida dan merasakan suasana kekeluargaan di sana.

Chiharu Shida memiliki latar belakang keluarga yang sangat unik. Ayahnya adalah kepala biara Kuil Seigenji di Kota Hachirogata, Prefektur Akita, Jepang, yaitu seorang biksu. Ibunya juga menjadi biksu dan bertanggung jawab utama untuk membantu ayah Shida dalam pekerjaan sehari-harinya.

Di Jepang, menjadi biksu hanyalah sebuah profesi, setara dengan sekte Zhengyi dalam Taoisme di Tiongkok. Mereka dapat menikah, memiliki anak, makan daging, dan minum alkohol.

Selain itu, biksu Jepang memiliki profesi berpenghasilan tinggi dan tidak perlu membayar pajak penghasilan pribadi. Mereka memiliki tanah dan real estat pribadi.

Baca juga: Larangan Terhadap Daren dan Jerry Kejutkan Presiden Sementara BAM

Ayah Shida Chiharu adalah seorang pria kaya yang turun-temurun, jadi akan sangat mudah bagi Shida untuk mewarisi harta keluarga tanpa harus membayar pajak warisan yang mengerikan.

Yang terpenting adalah kuil ini milik ayah Chiharu Shida, dan merupakan properti pribadi. Anda tahu, biksu Jepang adalah orang kaya yang turun-temurun, dan Chiharu Shida jelas merupakan orang kaya generasi kedua.

Chiharu Shida

Hal ini pun membuat banyak netizen Tiongkok mendesah, "Jika kuil tempat ayah Chiharu Shida bekerja merekrut biksu, kuil itu mungkin akan penuh sesak dengan biksu, dan semua orang akan berbondong-bondong dari Tiongkok."

"Biksu Jepang dapat menikah, minum alkohol, dan makan daging, dan tidak perlu kembali ke kehidupan sekuler. Ini adalah profesi yang mulia, dan banyak dari mereka adalah chaebol yang diwariskan."

"Qianyang sangat mirip ayahnya, dengan mata yang ramah dan wajah yang damai dan sejahtera."

"Ia memiliki latar belakang keluarga yang baik. Akita adalah kota kelahiran para wanita cantik di Jepang, dan adik perempuan Chiharu Shida memenangkan juara pertama dalam kontes kecantikan Akita.

Baca juga: Lomba Tari di Semarang Batal dan Bikin Peserta Kecewa, Samuel Wattimena Ajak Masyarakat Lebih Selektif

Selain itu, banyak penggemar Tiongkok yang khawatir Shida akan menjadi biksu.

Chiharu Shida memang sudah terpengaruh oleh budaya Buddha sejak kecil, dan lingkungan keluarga ini sangat memengaruhi karakter dan kariernya.

Ayahnya, sebagai kepala biara, merupakan tokoh lokal dalam upacara keagamaan dan kepemimpinan spiritual masyarakat.

Meski kedua orang tuanya telah menjadi biksu, Chiharu Shida tidak memilih jalan yang sama. Ia mengatakan bahwa ia tidak akan menjadi biksu di masa depan, tetapi akan fokus pada karier bulu tangkisnya.

Karier bulu tangkis Chiharu Shida dimulai saat ia berusia enam tahun, bermain raket bersama keluarganya. Ia sudah aktif di kejuaraan nasional saat ia duduk di kelas dua sekolah dasar.

Seiring bertambahnya usia, ia perlahan menjadi pemain bulu tangkis di SMA Aomori Yamada. Setelah masuk SMP, ia meninggalkan orang tuanya dan bergabung dengan SMA Aomori Yamada untuk terus mengasah kemampuannya dalam bulu tangkis.

Sejak SMA, jalan hidupnya berbeda dengan orang tuanya. Dia tidak akan menikah, jadi jangan khawatir. Tentu saja, kepemilikan kuil akan diwariskan kepada Chiharu Shida di masa mendatang.

Yang paling langka adalah Chiharu Shida sangat mencintai budaya Tiongkok dan sedang giat belajar bahasa Mandarin. Ia selalu menghormati penggemar Tiongkok. Ia cantik, sopan, dan kaya. Tak heran jika ia begitu dicintai oleh penggemar Tiongkok.***