LAMPUNG HELOINDONESIA.COM – Plt Kadisdikbud Kota Bandarlampung M. Nur Ramdhan mengingatkan setiap sekolah yang memeroleh Program Revitalisasi Satuan Pendidikan (Revid) 2026 agar berhati-hati dalam pelaksanaannya. Dia juga minta masyarakat ikut mengawasi sebagai penerima manfaat.
"Dengan anggaran besar yang dikelola secara swakelola, akuntabilitas kepala sekolah kini diuji. Masyarakat ditantang ikut memelototi setiap sak semen dan batu bata di sekolah anak-anak mereka," kata M. Nur Ramdhan, Sabtu (13/6/2026).
Dia berharap melalui kolaborasi antara sekolah, orangtua, masyarakat, dan pemerintah, Program Repid 2026 yang lagi berjalan dapat menjadi salah satu instrumen perbaikan dan pengembangan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah.
Program Revid merupakan inisiatif pemerintah pusat untuk memperbaiki, merenovasi, dan membangun infrastruktur sekolah agar lebih aman dan nyaman. Di Kota Bandarlampung, ada lima sekolah: SDN 1 Way Gubak, SDN 2 Way Lunik, SDN 1 Tanjungraya, serta dua TK swasta.
“Karena program pusat, peran Disdikbud tidak sebesar kegiatan yang didanai melalui APBD. Kami lebih banyak menerima manfaat dari aktivitas yang dilaksanakan di sekolah,” ujar Plt Kadis Pendidikan Ramdhan.
Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dia menghimbau para wali murid memantau pelaksanaan karena manfaat program tersebut akan dirasakan langsung oleh sekolah dan peserta didik.
Antrean Repid
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Abdillah Makhmud mengatakan progres kegiatan Revit Tahun 2026 yang sudah mulai berjalan dan melakukan pengerjaan fisik. Sekolah lainnya masih menunggu antrean, katanya.
Abdillah merincikan, hingga saat ini, ada 32 sekolah dasar (SD), 15 sekolah menengah pertama (SMP), serta 55 TK negeri maupun swasta di Bandarlampung yang berstatus layak mendapatkan program revitalisasi ini.
Meski ratusan sekolah tersebut dinilai sangat layak menerima bantuan infrastruktur, realisasinya tidak bisa dilakukan serentak pada tahun ini. “Kemendikdasmen yang akan menetapkan skala prioritas dan dilaksanakan secara bertahap,” tutup Abdillah. (Hajim).
