Helo Indonesia

Hadir di Undip Bersama Legenda Bulu Tangkis PB Djarum, Ini Kalimat Menyentuh Butet

Senin, 2 Juni 2025 20:50
    Bagikan  
Hadir di Undip Bersama Legenda Bulu Tangkis PB Djarum, Ini Kalimat Menyentuh Butet

Liliyana Natsir

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM -  Sejumlah legenda bulu tangkis Tanah Air dari PB Djarum, hadir dalam peresmian GPR bulu tangkis Polytron Stadium Universitas Diponegoro (Undip) di Tembalang, Semarang, Senin 2 Juni 2025.

Selain peraih emas ganda campuran Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir, terdapat juga legenda lainnya seperti Ivana Lie, Sigit Budiarto, Hendrawan, Aryono Miranat, Hastomo Arbi, Lius Pongoh, Fung Permadi, dan Richard Mainaky.

Baca juga: Didesain Futuristik, Polytron Stadium Undip Bukan Sekadar GOR Bulu Tangkis

Saat didaulat memberikan komentar tentang Polytron Stadium, Liliyana banyak memberikan kalimat motivasi yang menyentuh kepada para mahasiswa Undip yang hadir dan berminat menekuni olahraga tepok bulu ini.

Menurutnya, GOR ini sangat luar biasa dan menjadi sarana regenerasi atlet, ketika para pebulutangkis senior saatnya turun gelanggang.

''Menurut saya, tidak ada kata terlambat. Adanya fasilitas badminton yang modern ini, memacu mahasiswa berlatih. Dari GOR yang bagus ini semoga bisa menunjang untuk lahir calon-calon atlet sebagai penerus,'' kata pemain yang akrab disapa Butet ini.

Tantangan

Dalam kesempata itu, Butet juga menyampaikan keprihatinannya atas prestasi bulu tangkis Indonesia di berbagai turnamen internasional belakangan ini.

Terbaru, tim Indonesia pulang tanpa medali dari Kejuaraan Badminton Asia (BAC) 2025. Liliyana menyebut kondisi ini sebagai tantangan besar yang harus segera ditangani oleh PBSI.

“Ini PR besar untuk PBSI. Tidak mudah, tapi harus mulai dibenahi agar bisa kembali mendominasi seperti dulu,” ujar Liliyana.

Baca juga: Dibantu Satu Kata Peduli, SLB Swadaya Bangun Gedung Baru

Ia juga mengingatkan tekanan kompetisi dan pengaruh media sosial membuat situasi makin kompleks.

“Latihan sudah maksimal, tapi sekarang ini tantangannya lebih berat, terutama secara mental,” jelasnya.

Ia pun mendukung langkah PBSI yang tengah mengacak sejumlah pasangan ganda untuk mencari kombinasi terbaik. Menurutnya, membangun chemistry baru memang membutuhkan waktu dan proses.

“Kalau pasangan sudah mentok, wajar dirombak. Tapi hasilnya tidak bisa langsung kelihatan, mungkin baru terlihat beberapa tahun ke depan,” tambahnya.

Sebagai mantan atlet, Liliyana memahami kerinduan masyarakat akan kejayaan bulu tangkis Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa tidak ada hasil instan di dunia olahraga. (Aji)