SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Tim bulutangkis SMPN 30 Depok, Jawa Barat, yang difavoritkan karena memiliki kualitas pemain merata, akhirnya tampil sebagai sebagai juara kejuaraan beregu campuran, Hydroplus Junior Badminton Championship Antar-SMP 2025 yang berakhir, Minggu, 16 November 2025.
Dalam laga final yang alot di Polytron Stadium, Undip, Semarang, Tim SMPN 30 Depok menaklukkan MTs Negeri 7 Sragen, melalui pertandingan tiga partai yang berakhir 2-1 dan ditentukan lewat skor ketat di gim ketiga partai ketiga.
Baca juga: Tim Pengabdian USM Sharing Pengetahuan dan Kenalkan PRH kepada Warga Banyubiru
Sedangkan pada perebutan tempat ketiga SMPN 42 Semarang gagal merebut medali perunggu usia kalah 1-2 dari SMPN 15 Surakarta.
Dalam laga final sendiri Tim MTsN Sragen memang mengawali persaingan dengan tidak mulus, saat tunggal putra mereka yang menjadi nomor pertama pertandingan, Raka Dwi tak berdaya menghadapi tunggal pertama SMP N 30 Depok, Akmal Sulaiman. Ia kalah dua gim langsung 11-21, 7-21.
Namun MTs N 7 Sragen mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 saat ganda putra andalan mereka Muhammad Arganta/Nizam sukses menaklukkan andalan Depok, Syailendra Wajar/Qaiseer Qays.
Lewat pertarungan yang cukup mendebarkan, Arganta/Nizam meskipun dengan bersusah payah, sukses mengalahkan lawannya itu lewat pertandingan ketat tiga gim, 21-7, 18-21, 17-21.
Dengan skor 1-1, pertandingan akhirnya ditentukan oleh partai terakhir yaitu ganda campuran, dimana pasangan SMPN 30 Depok, Syailendra Wajad/Amira Rasa berhadapan dengan pasangan mix MTs N 7 Sragen Nizam/Leona Affifah.
Pasangan Nizam/Leona sebenarnya sempat bagus di awal gim pertama dengan mengunci gim pertama dengan 22-20. Sayangnya di set kedua yang terkesan dilepas membuat mereka kalah mudah dari Syailenda/Amira dengan skor 11-21.
Dan di gim ketiga mereka justru keteteran. Memasuki pertengahan gim ketiga mereka terlihat sedikit frustrasi. Nizam/Leona sebenarnya mampu memberikan perlawanan, bahkan mampu mengimbangi. Sayang di dalam kedudukan 20-20, mereka langsung kehilangan dua poin sehingga lawan menutup laga dengan 22-20.
Baca juga: Desa Cibeunying Masih Berpotensi Longsor, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi Warga
Usai laga Syailendra tak mampu menyembunyikan kegembiraannya menjadi penentu kemenangan SMPN 30 Depok. Ia menyebut, sempat mereka tertekan saat kelah di gim pertama.
‘’Tapi pelatih terus memberi support, sehingga saya bisa main baik lagi dan menang.Ini luar biasa,’’ kata Rendra, panggilan Syailendra, yang dibenarkan Amira.
Sementara itu pelatih tim SMPN 30 Depok, Angga Rusmika mengakui, sempat tegang, namun ia terus support anak asuhnya, bahwa mereka bisa, mereka mampu.
‘’Saya tahu, mereka tegang, tapi terus saya yakinkan mereka bisa, mereka mampu. Dan terbukti mereka memang mampu untuk memenangi pertandingan,’’ katanya.
Angga mengakui sedikit memiliki kesulitan untuk memadukan para atletnya yang berasal dari klub berbeda. Sebab dengan latar belakang berbeda, mereka nyaris tidak pernah bermain bersama.
‘’Tantangannya memang di situ.Tapi Alhamdulillah pelan-pelan anak-anak ini menemukan chemistry-nya sendiri,’’ tambahnya.
Dalam sambutan penutupan, Sport Advisor Djarum Foundation Bambang Roedyanto kembali menegaskan event antar SMP ini akan digelar setiap tahun.
‘’Terima kasih kepada kepala sekolah, guru, pelatih, orang tua murid serta para pelajar yang sudah berpartisipasi dalam event ini. Semoga kita kembali bertemu tahun depan,’’ tanadsnya. (Aji)
