Helo Indonesia

Tim Pengabdian USM Sharing Pengetahuan dan Kenalkan PRH kepada Warga Banyubiru

Minggu, 16 November 2025 19:57
    Bagikan  
Tim Pengabdian USM Sharing Pengetahuan dan Kenalkan PRH kepada Warga Banyubiru

Tim USM saat sharing dan mengenalkan pipa resapan horisontal kepada warga Banyubiru

SEMARANG. HELOINDONESIA.COM - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) melakukan sharing knowledge kepada warga Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang dan implementasi Pipa Resapan Horisontal (PRH) di Kantor Balai Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, baru-baru ini.

Tim PkM USM terdiri atas Ketua lr Lindawati ST MT, dengan anggota Fitria Maya Lestari ST MT, Ir Etika Herdiarti ST MT, Yonikha Rivani ST MT, dan Dr Ir Edy Susilo MT sebagai pemilik paten PRH. Mereka dibantu dua mahasiswa prodi teknik sipil, Sabda Adzin Firmansyah dan Nur Rezky ZA.

Baca juga: Desa Cibeunying Masih Berpotensi Longsor, Gubernur Jateng Instruksikan Relokasi Warga

Dalam pelaksanaannya, tim USM melakukan kolaborasi dengan Kepala Desa Banyubiru, Sri Anggoro sebagai mitra pengabdian masyarakat.

Lindawati mengatakan, pemahaman masyarakat mengenai kelestarian air tanah merupakan fondasi utama dalam upaya mitigasi bencana dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Air tanah adalah sumber daya vital yang menjamin ketersediaan air bersih saat musim kemarau dan berfungsi sebagai penyeimbang hidrologi.

''Sayangnya, pemahaman ini sering kali terbatas, membuat masyarakat cenderung abai terhadap praktik-praktik konservasi. Untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan ini, tim pengabdian masyarakat hadir di Desa Banyubiru membawa solusi berbasis ilmu pengetahuan,'' ujarnya.

Siklus Hidrologi

Dia mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang siklus hidrologi dan peran strategis konservasi air. Manfaat utama kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat agar memiliki kemampuan teknis untuk mengelola lingkungannya sendiri.

Baca juga: Juarai Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, Nofeldi dan Dwi Tiansi Bersyukur Bisa Taklukkan Rute Baru

Melalui knowledge sharing ini, masyarakat diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kualitas dan kuantitas air tanah.

''Kegiatan ini juga secara langsung mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan ketahanan air mandiri. Edukasi yang diberikan mencakup identifikasi masalah hingga implementasi solusi praktis yang terjangkau. Partisipasi aktif masyarakat dalam PkM menjadi kunci keberhasilan jangka panjang program konservasi. Pemahaman yang kuat akan mengubah perilaku dari pengguna menjadi penjaga sumber daya air,'' beber Lindawati.

Dia menambahkan, salah satu inovasi yang diperkenalkan dalam kegiatan PkM itu adalah teknologi Pipa Resapan Horisontal. PRH adalah sistem resapan air hujan yang dirancang untuk memperluas area peresapan secara horizontal di bawah permukaan tanah. Berbeda dengan sumur resapan, PRH bekerja efektif pada lapisan tanah yang dangkal, yang seringkali padat dan kurang permeabel.

Baca juga: Tim USM Latih Public Speaking dan Penulisan Media ke Siswa SMA Kesatrian 2 Semarang

Di Dusun Demakan, katanya, PRH sangat relevan karena kondisi tanahnya yang rentan genangan. Pemasangan PRH bertujuan untuk mengalirkan air permukaan secara cepat ke dalam tanah, mencegah air tergenang di pekarangan dan jalan.

Air yang meresap ini kemudian mengisi ulang akuifer dangkal, meningkatkan muka air tanah di lingkungan sekitar. Urutan pemasangan PRH dimulai dengan penggalian parit dengan kedalaman dan kemiringan tertentu sesuai kondisi lahan. (Aji)