HELOINDONESIA.COM - Pasangan ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto berhasil melaju ke final Japan Masters 2024. Itu setelah, Fajri mengalahkan kompatriotnya Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dalam dua gim di partai semifinal, Sabtu 16 November 2024.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium siang WIB ini, dua pasangan ganda putra Indonesia, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto vs Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus saling berhadapan.
Sama-sama tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, duel ini berlangsung ketat sejak awal set pertama. Namun, Fajar/Rian yang memiliki jam terbang lebih tinggi menang dalam dua gim langsung, dengan skor 21-18 dan 21-13.
Sementara itu tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung juga berhasil menembus final setela menang atas Sim Yu Jin asal Korea dengan rubber game 18-21, 21-17 dan 21-19.
Baca juga: Kumamoto Masters 2024: Jorji Ingin Main Lebih Bersih di Semifinal
Peringkat enam dunia Jonatan Chrishtie terhenti di semifinal.
Jojo -panggilan Jonatan, kalah dari tunggal putra Malaysia ranking 31 dunia Leong Jun Hao pada semifinal di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Sabtu (16/11) siang WIB.
Leong yang di perempat final mengalahkan jago tuan rumah Kodai Naraoka itu menang 10-21, 21-18, 22-20.
Jojo gagal memanfaatkan beberapa momentum, terutama di gim penentu.
Duta Merah Putih sempat unggul jauh 17-10, tetapi pemain Negeri Jiran pelan-pelan menyusul Jojo. Tim statistik BWF merangkum laga tadi kelar setelah 77 menit.
Tidak mudah menerima hal seperti ini, momen kekalahan seperti ini. Unggul jauh di gim ketiga tapi berakhir dengan tidak disangka. Saya masih belum bisa mencerna apa yang terjadi.
"Sangat disayangkan memang. Ini kebalikan dari pertandingan kemarin. Saya dari keadaan tertekan bisa keluar dan membalikkan keadaan, hari ini sudah enak di gim pertama tapi tidak berlanjut di gim kedua dan ketiga."
Setelah interval gim ketiga sebenarnya posisi lapangan saya menguntungkan, kalah angin, tapi tidak tahu kenapa jadi terbawa pola permainan lawan. Mengikuti reli-reli dia, temponya lambat lagi dan tidak sabar. Saya juga ragu-ragu untuk melakukan spekulasi. (*)