Kumamoto Masters 2024: Fajar/Rian Juara, Jorji Gagal

Minggu, 17 November 2024 14:43
Ganda putra Fajar/Rian juara PBSI

HELOINDONESIA.COM - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto mengaku menyabet gelar juara Kumamoto Masters 2004 setelah di final menundukkan wakil Jepang Takura Hoki Yugo Kobayashi, Minggu (17/11/2024).

Dalam partai final di Kumamotor Prefectural Gymnasium, Fajar Rian menundukkan unggulan keenam itu dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-17. Mereka tampil di podium tertinggi setelah berjuang selama 1 jam dan 8 menit.

Sementara itu Gregoria Mariska harus puas menjadi runner-up Kumamoto Masters 2024 setelah takluk dari Akane Yamaguchi (Jepang) di final 12-21, 12-21.

Dengan kekalahan dari pebulutangkis tuan rumah itu, Jorji gagal mempertahankan gelar tahun lalu.

Baca juga: Kumamoto Masters 2024: Jorji dan Fajar/Rian ke Final

Fajar/Rian mengaku termotivasi ingin membalas kekalahan yang diderita Jay Idzes dan kawan-kawan. Mereka mengaku selalu mengikuti perkembangan Timnas Indonesia di Tanah Air, meski berada di negara lain.

“Kami punya motivasi dan tekad lebih karena saya dan Rian sangat mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia. Cukup sedih kemarin timnas kalah dari Jepang di Jakarta. Jadi pada bulu tangkis kami tidak mau menyerah, kami mau menang dari pasangan Jepang di rumahnya,” kata Fajar seusai pertandingan.

"Alhamdulillah senang dan bersyukur bisa di podium tertinggi lagi setelah terakhir di All England bulan Maret. Kami meraih hasil yang terbaik tapi kami berharap bisa lebih dan lebih baik lagi ke depannya," ujar Fajar.

Setelah interval gim ketiga kami mencoba menjaga fokus, tidak mau terpengaruh keadaan saat lawan sudah mulai mengejar. Kami punya motivasi dan tekad lebih karena saya dan Rian sangat mengikuti perkembangan sepakbola Indonesia, cukup sedih kemarin timnas kalah dari Jepang di Jakarta. Jadi di bulutangkis kami tidak mau menyerah, kami mau menang dari pasangan Jepang di rumahnya.

"Pastinya tidak mudah melawan Hoki/Kobayashi karena mereka bermain luar biasa. Kondisi angin sangat berpengaruh di turnamen ini. Di gim pertama kami bisa sangat enak menyerang, kebalikannya di gim kedua ya mereka bisa membalikkan keadaan," kata Rian.

"Di gim ketiga kami tidak mau kalah start jadi kami mencari poin sebanyak-banyaknya sebelum interval."***

Berita Terkini