Emak-Emak Serbu Toko Beras, Mahal dan Langka di Lampung

Rabu, 21 Februari 2024 09:34
Emak-emak antre dan berebutan membeli beras di Pasar Gadingrejo (Foto Aan/Helo Lampung) Helo Lampung

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Warga yang didominasi emak-emak antre dan berebutan menyerbu tokoh beras di Pasar Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Rabu pagi (21/2/2024). Mereka resah mahal dan langkanya beras sejak Senin (19/2/2024)..

"Warga antre pembelian beras di Pasar Gadingrejo sejak pagi ini, karena isu beras langka," ujar reporter Helo Indonesia Lampung dari lokasi ke redaksi. Warga berteriak dan mengacungkan uang kepada pedagang beras yang terlihat kebingungan mendadak gaduh. 

Warga antre sejak pukul 06.00-7.30 WIB karena di sebuah toko tersebut harga beras dibandrol dengan harga Rp11.000/ KG nya, padahal selama ini mereka membeli beras dengan harga berkisar Rp13-Rp15.000 per kilogramnya.

Menurut Eko, seorang pembeli di Pasar Gadingrejo toko hanya buka 2 jam beras sudah habis. "Karena murah harganya, makanya diserbu pembeli Mas. Padahal selama ini harga beras di sini tergolong mahal,"ujar Eko.

Di Kota Bandarlampung, stok beras juga menyusut bahkan ada yang kehabisan. Di ritel modern, minimarket, beras kemasan premium menghilang di Kota Bandarlampung.

Pantauan Helo Lampung, Sejak Senin (19/2/2024), sejumlah ritel modern hanya menjual beras yang dikeluarkan Perum Bulog dalam rangka stabilitasi pasokan harga pasar (SPHP).

Beras SPHP tersebut dijual dengan harga Rp 54.500 per karung ukuran 5 kilogram atau sesuai harga eceran tertinggi beras medium Rp 10.900 per kg.

Pembelian juga dibatasi hanya boleh 1 kemasan per konsumen.

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau Pasar Bulu, Kota Semarang, untuk memantau stok dan ketersediaan beras, Selasa, 20 Februari 2024. Zulhas mengakui harga beras premium lokal masih terus melonjak di berbagai daerah.

"Saya keliling ke mana-mana, di Jakarta, Jawa Tengah sama Jawa Timur, di Bekasi sama Pak Presiden waktu itu, memang beras premium, beras lokal harganya naik," kata Zulhas.

Zulhas mengungkapkan bahwa beras premium dan beras lokal harganya masih bergerak naik. Hal tersebut terjadi karena adanya el nino yang mengakibatkan musim panen bergeser, sehingga beras menjadi langka.

Menteri Perdagangan itu menjelaskan bahwa pemerintah melalui Bulog sudah mengatasinya dengan membanjiri pasar dengan beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP) yang dijual sekitar Rp10.900/kg.

Meski begitu, Zulhas mengatakan stok beras untuk Ramadan aman hingga tiga bulan ke depan. Mendag pun mengajak masyarakat untuk membeli beras SPHP sebagai alternatif karena harganya lebih murah dan kualitas beras nya juga tidak kalah bagus. (Zen Sunarto/Aan/HBM)

 - 

Berita Terkini