HELOINDONESIA.COM - Dewi Perssik masih belum move on terhadap ketua RT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, tempat dia bermukim. Setelah menangis meminta maaf karena dia telah salah paham, Dewi kembali nonggol di akun tiktoknya menyatakan bahwa apa yang dia lakukan benar alias dia tidak bersalah.
Dalam akun Tiktoknya itu, DP menyatakan belum puas karena dia merasa apa yang dilakukan sudah benar. Dia bilang, "Saya menyuruh orang untuk menitipkan sapi di masjid, nanti setelah selesai syuting saya mau ambil karena sapi itu mau saya potong di rumah pemotongan hewan. Dagingnya nanti baru dibawa dan dibagikan ke warga kampung," kata DP.
Dia pun sempat menyinggung Farhat Abas yang sempat menyalahkan DP. "Saya sudah telepon Farhat dan saya ceritakan kejadian sebenarnya. Akhirnya dia meminta maaf," kata Dewi Persik lagi.
Baca juga: Setelah Polemik Patung Bung Karno, Netizen Ini Menelisik Kehidupan Istana
Dia pun meminta agar asisten rumah tangganya ngomong di tiktok. Seorang pria muda kemudian menceritakan bahwa Pak RT menyebut angka Rp 100 juta, jadi dia beranggapan bahwa Pak RT meminta Rp 100 juta gegara sapi milik DP mau diambil lagi.
RUMAH DP DIKEPUNG
Gegara ribut dengan ketua RT mempermasalahkan sapi qurban yang dititip di masjid dekat rumah Dewi Perssik, warga ramai-ramai mengepung rumah Dewi Perssik di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Akun TikTok @theworldfact menggugah puluhan warga beramai-ramai mengepung depan rumah Dewi Perssik. Dari kerumunan terdengar suara orang yang meneriaki Dewi Perssik.
Di antara teriakan tersebut, ada yang terdengar nyaring suaranya bahwa DP telah mencemarkan nama baik warga di kampungnya.
"Dewi Perssik sudah bawa-bawa kampung. Mencemarkan nama baik kampung," begitu teriakan warga.
MENGAKU DIPALAK RP 100 JUTA
Awal kejadian, Dewi Perssik melalui asitennya menitipkan sapi di RT setempat. Namun dia naik darah ketika sang asisten mengatakan bahwa ketua RT Lebak Bulus 2 meminta uang sebesar Rp 100 juta.
Mendengar itu, Dewi Perssik langsung marah di akun tiktoknya. Karuan, tayangan live Dewi Perssik tersebut langsung viral.
Dalam tayangannya Dewi Perssik meminta tolong kepada seorang ustaz setempat. Namun ketika sapi diantar, ketua RT membentak ART dan petugas keamanan.
Ketua RT mengatakan, jika ingin dibantu soal hewan kurbannya maka ia harus membayar Rp 100 juta.
Ketua RT itu bilang bahwa warga di sini tidak butuh daging sapi bantuan Dewi Perssik. Di sini sudah banyak daging. Kalau mau dibantu harus bayar Rp 100 juta. Kalau nggak, sapinya mau dilepas.
Baca juga: Rusuh di Prancis Meluas, Toko-toko Dijarah Pada hari ke-4 Kerusuhan, Ribuan Orang Ditangkap
"Pak RT saya mau berkurban tetapi motong sapinya tidak di situ. Saya mau potong di tempat lain, baru dagingnya dikirim ke warga," kata Dewi dalam tayangan videonya.
KETUA RT BANTAH MINTA RP 100 JUTA
Dalam sebuah mediasi, Ketua RT membantah dirinya meminta Rp 100 juta. "Saya tidak pernah meminta uang Rp 100 juta," katanya.
Ketua RT 06, bernama Malkan, ini menegaskan tidak ada penolakan sapi milik Dewi Perssik.
Tidak ada penolakan, kata Malkan. Ketika sapinya diantar sekitar jam 10.00, kata Malkan, pihaknya menerima dengan baik.
Menurut Malkan, tidak ada unsur politik dalam kasus ini. Semua sapi atau kambing yang dititip semua akan dipotong.
Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Ikan Gabus untuk Para Penderita Kanker yang Perlu Anda Ketahui
Kejadian yang menimpa sapi Dewi Perssik itu menurut Malkan, tak lama sapi itu diterima pihaknya, tiba tiba ada ART Dewi Perssik yang meminta kembali sapi tersebut.
Malkan menjelaskan, dia kedatangan ustadz yang mengatakan bahwa Bu Dewi Perssik akan berkurban sapi di tempatnya. Maka dari itu, dia terima dengan baik. "Saya terima sapinya karena pak ustadz bilang bahwa Bu Dewi akan korban di masjid ini. Makanya kaget ketika beberapa jam kemudian ada orang yang meminta lagi sapinya itu.
Menyangkut kalimat akan melepas jika tidak diambil pukul 7 malam, menurut Malkan, bukan melepas sapinya melainkan kalau sapi itu tidak diamvbil pukul 19.00, dia akan melepasd tanggungjawab. Artinya tak mau bertanggungjawab kalau sapinya itu hilang. "Siapa yang mau bayar untuk menjaga sapi itu agar tidak hilang," kata Malkan. Masjid ini bukan lembaga sosial.