HELOINDONESIA.COM -Polres Kediri secara resmi menetapkan AFF (44) sebagai tersangka dalam kasus keracunan massal yang terjadi saat acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. AFF diketahui sebagai pemilik toko grosir jajanan yang menyumbangkan makanan dan minuman kepada para jemaah yang hadir pada acara tersebut pada Selasa (1/10) malam.
Diduga kuat, ratusan orang mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang disumbangkan oleh AFF. Mereka merasakan gejala pusing, mual, dan lemas, sehingga pengajian dan salawatan yang sedang berlangsung terpaksa dihentikan.
Kapolres Kediri, AKBP Bimo Ariyanto, pada Jumat (4/10), menyatakan bahwa AFF resmi ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi serta bukti yang dikumpulkan. Penyelidikan dilakukan dengan menggeledah toko AFF serta memintai keterangan dari beberapa saksi.
Polisi masih mendalami motif AFF membagikan makanan tersebut. "Saat ini motifnya masih kami selidiki, dan tersangka sudah kami amankan," ujar Kapolres.
Sementara itu Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kediri, Heru Wahono Santoso, pada Rabu (2/10/2024) mengatakan, secara total ada 129 orang yang dibawa ke RSKK.
Namun srbagian besar sebanyak 121 orang sudah dipulangkan. Sementara, 8 orang lainnya masih dirawat inap dan mendapatkan perawatan intensif.
"Saat ini penanganan medis terhadap para korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim medis setempat. Kami mendoakan kondisi seluruh pasien segera membaik," kata Heru
Sebelumnya, sebanyak 155 jemaah selawat di Desa Krecek dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kabupaten Kediri (RSKK) dan RS HVA Pare akibat mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan ringan yang dibagikan oleh panitia acara. Dari jumlah tersebut, 10 orang harus menjalani rawat inap, sementara sisanya diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Kapolsek Pare, AKP Siswo Edi, menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula saat para jemaah mengonsumsi makanan ringan yang dibagikan di pintu masuk lokasi. Tidak lama setelah itu, mereka mulai merasakan gejala keracunan dan pengajian pun dihentikan.
"Mengetahui adanya sejumlah warga yang mengalami mual dan pusing, selanjutnya pihak yang saat itu berjaga langsung mengevakuasi korban ke RSKK," kata Siswo Edi.
Koordinator majelis, Taufiq Dwi Kusuma, menambahkan bahwa total ada 155 orang yang mengalami keracunan, dan 10 di antaranya harus dirawat inap.
Polisi saat ini telah menyegel gudang makanan milik AFF yang diduga menjadi sumber keracunan. Beberapa makanan dan minuman yang disita sedang dalam tahap uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Fauzi Pratama, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki kondisi barang-barang makanan yang ditemukan di gudang AFF, termasuk apakah barang tersebut sudah kadaluarsa atau tidak layak konsumsi.***
