HELOINDONESIA.COM -Hotman Paris, pengacara kondang, merasa heran dengan masyarakat Indonesia yang mempertanyakan mengapa dirinya sering membahas perselingkuhan. Menurutnya, realitas ini ada di sekitar masyarakat, tetapi banyak yang pura-pura tidak menyadarinya.
"Kalau masyarakat Indonesia, setiap Hotman membuat konten tentang kehamilan, tentang perselingkuhan, selalu sebagian menghujat katanya itu tidak boleh dibicarakan," ujarnya.
Fakta di Indonesia
Ia menegaskan bahwa banyak orang yang tidak hidup dalam realita dan bersikap munafik. Perselingkuhan dan hubungan di luar nikah bukanlah hal baru dan terjadi di mana-mana.
"Anda itu tidak hidup dalam dunia realita. Anda itu sebagian munafik. Apakah Anda tidak sadar di sekitar Anda itu terjadi di mana-mana?" katanya.
Hotman juga mengungkapkan bahwa banyak apartemen di Jakarta dihuni oleh wanita simpanan.
"Anda tahu sekian ribu kamar apartemen di Jakarta ini ditinggali oleh pacar-pacar simpanan? Kamu tahu nggak itu? Atau kamu memang tinggal di daerah kumuh sehingga kamu tidak tahu?"
Selain apartemen, menurutnya, banyak pula tempat kos yang dihuni oleh pasangan yang belum menikah. Ini adalah bagian dari realitas sosial yang tidak bisa diabaikan.
"Kamu tahu nggak begitu banyak tempat kos yang juga ditinggali oleh pasangan kumpul kebo? Jadi itu adalah realita hidup."
Hotman juga menyoroti fenomena wanita yang memiliki anak dari hubungan dengan pria beristri. Ia menegaskan bahwa hal ini bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.
"Makanya ada yang hamil, ada yang seperti belakangan ini, sama suami orang, anaknya sudah tiga tahun. Ya, itu kenyataan di mana-mana. Dan itu bukan hanya di Indonesia, di seluruh dunia."
Negara dengan Sugar Daddy Terbanyak
Menurut Hotman, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan jumlah sugar daddy terbanyak. Oleh karena itu, baginya, pembahasan soal perselingkuhan dan hubungan di luar nikah bukanlah sesuatu yang tabu.
"Tapi di Indonesia, Indonesia adalah negara tertinggi nomor dua sebagai negara sugar daddy. Jadi kalau Anda mengatakan itu tidak boleh dibahas, berarti Anda adalah manusia nyinyir, yang memang mungkin tidak mampu melaksanakan itu, tidak hidup dalam dunia realita, dan agak munafik." jelas Hotman
Lebih lanjut, ia mengkritik mereka yang menolak pembahasan ini dan menyebutnya sebagai masalah sosial yang perlu dibicarakan.
"Anda tahu ribuan apartemen ditinggali oleh cewek-cewek simpanan. Kamu bisa atasi juga itu? Jadi itu adalah masalah sosial yang harus dibahas."
Edukasi Kepada Masyarakat
Hotman juga menegaskan pentingnya pemeriksaan DNA untuk memastikan hak-hak seorang anak dan ibunya secara hukum.
"Makanya saya sering membahas tentang mengecek DNA. Itu kan perlu aspek hukumnya, perlu pendidikan."
Ia juga menyoroti hak-hak perempuan dalam kasus semacam ini dan bagaimana mereka dapat menuntut keadilan.
"Bagaimana cewek itu bisa menuntut haknya? Apakah dia berhak menggugat perdata? Apakah berhak lapor polisi? Apakah dia berhak menuntut DNA? Itu adalah sesuatu pendidikan yang harus diberikan kepada masyarakat."
Hotman menutup pernyataannya dengan sindiran bagi mereka yang hanya bisa mengkritik tanpa memiliki pengetahuan yang cukup. "Nyinyir, nyinyir, nyinyir, tapi pengetahuan tidak ada, dan iri. Ingat, orang nyinyir itu tidak pernah kaya,?".***
