HELOINDONESIA.COM -- Dua orang yang belum diketahui identitasnya menyiramkan air keras kepada Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Aksi teror tersebut menuai kecaman banyak pihak.
Mereka yang menanggapi teror berutal tersebut antara lain Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah, korban kekerasan serupa Novel Baswedan, anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana, hingga Mabes Polri.

Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus
Yusril Ihza Mahendra
Menko Kumha Imipas (Menteri Koordinator Bidang Hukum Hak Asasi Manusia Imigrasi dan Pemasyarakatan) Yusril Ihza Mahendra mengatakan penyerangan tersebut merusak denokrasi dan hak asasi terhadap warga.
Yusril Ihza Mahendra meminta aparat penegak hukum khususnya Polri memastikan pengusutan kasus ini sampai kepada aktor intelektual dan motifnya, bukan hanya pelaku penyerangan.
Anis Hidayah
Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus. Anis menegaskan, tindakan tersebut bukan kriminalitas biasa, melainkan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan HAM di Indonesia.
Menurut Andrie Yunus, teror tersebut merupakan bentuk pelanggaran hak atas rasa aman yang sangat serius, sebagaimana telah dijamin dalam Pasal 28G UUD 1945 dan UU No.39 Tahun 1999 tentang HAM.
Novel Baswedan.
Novel mengatakan serangan terhadap Andrie Yunus tidak bisa dianggap sebagai tindak kriminal biasa. Dia yang pernah mengalami hal serupa yakin serangan itu maksudnya membunuh aktivis KontraS tersebut.
"Dia siram muka karena air keras kemungkinan besar gagal napas dan bisa meninggal," ujar Novel Baswedan dalam jumpa pers bersama Koalisi Masyarakat Sipil, Jumat (13/3/2026).
Bonnie Triyana
Anggota DPR RI Bonnie Triyana mengatakan, kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus dengan cara menyiram air keras adalah serangan terhadap sejarah panjang perjuangan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
"Praktik kotor masa lalu ini tidak boleh terulang di era reformasi," kata dia. Untuk itu, dia mendesak kepolisian segera menangkap pelaku dan membongkar aktor intelektual di balik serangan ini hingga ke akar-akarnya.
Mabes Polri
Kepolisian Republik Indonesia memastikan akan menindak tegas pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Penegakan hukum dalam kasus ini dipastikan dilakukan tanpa pandang bulu, kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga disebut telah memberikan atensi khusus terhadap peristiwa tersebut. Penanganan kasus melibatkan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri.
Polisi kini mendalami sejumlah bukti untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang dialami Andrie Yunus. Salah satu bukti yang diperiksa adalah rekaman kamera pengawas di sekitar tempat kejadian perkara.
Selain itu, penyidik juga memeriksa keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. "Harapannya dapat teridentifikasi segera," ujar Isir.
Penanganan kasus ini dilakukan dengan pendekatan ilmiah untuk mengungkap secara jelas peristiwa pidana yang terjadi. Kepolisian menekankan seluruh proses penyelidikan dilakukan secara prosedural dan profesional.
"Polri dalam proses penyelidikan dan penyidikan akan dilakukan secara prosedural dan profesional berbasis kepada penyidikan tindak pidana secara ilmiah atau crime science investigation," pungkasnya.
KRONOLOGIS SERANGAN
Sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diserang oleh orang tidak dikenal dengan cairan yang diduga air keras pada Kamis (12/3/2026), pukul 23.00 WIN sepulang dari diskusi YLBHI bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Revie
Serangan terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.
Akibat kejadian tersebut, Andrie Yunus mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 24%.(HBM)
