Helo Indonesia

Hardiknas 2026, Rektor: USM Hadirkan Solusi Pendidikan untuk Anak Bangsa

2 jam 5 menit lalu
    Bagikan  
Hardiknas 2026,  Rektor: USM Hadirkan Solusi Pendidikan untuk Anak Bangsa

Upacara Hardiknas 2026 di Kampus USM

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Universitas Semarang (USM) menegaskan posisinya bukan hanya sebagai institusi pendidikan, melainkan pemberi solusi bagi bangsa.

Dalam upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di kampus tersebut, Sabtu 2 Mei 2026, Rektor USM Dr Supari ST MT membakar semangat sivitas akademika dengan komitmen nyata: memastikan tidak ada anak bangsa yang tertinggal hanya karena biaya.

"USM adalah kampus yang menjangkau yang tak terjangkau," tegas Supari saat menjadi inspektur upacara pada Hardiknas.

Baca juga: Ayo Lur! Wali Kota Semarang Bagi-bagi 479 Cokelat dan Doorprize di Mlaku Bareng HJKS 2026

Salah satu implementasinya, kata dia, USM menggelontorkan beasiswa senilai Rp 1,5 miliar setiap tahunnya untuk memastikan mimpi mahasiswa tetap menyala, sejalan dengan mandat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto.

''USM telah memberikan beasiswa kepada 2,5 persen dari jumlah total mahasiswa aktif. Artinya, USM telah berkontribusi memberikan beasiswa kepada mahasiswa sebesar Rp 1,5 miliar per tahun. Amanat dari Menteri Pendidikan Tinggi bahwa tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal karena kondisi ekonomi, geografis, maupun keterbatasan sosial,'' bebernya.

Dia mengatakan, riset Indonesia diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan publikasi, tetapi juga melahirkan inovasi, industri, dan solusi. Untuk itu, fokus riset nasional diarahkan ke dalam dua pendekatan utama, yaitu program riset prioritas yang memperkuat pemerataan dan menjawab kebutuhan dasar masyarakat, serta program riset strategis yang berfokus pada bidang-bidang kunci masa depan.

''USM telah membentuk lembaga riset dan pengabdian yakni Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Para dosen telah berkontribusi dalam melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang hasil penelitian dan pengabdiannya berdampak kepada masyarakat sekitar,'' ungkapnya.

Baca juga: USM LCC Siap Kawal Penulisan Karya Ilmiah Anda hingga Sempurna

Sementara itu, dalam amanatnya yang disampaikan Rektor USM Dr Supari ST MT, Menteri Pendidikan Tinggi, Sain dan Teknologi, Brian Yuliarto mengatakan, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna ilmu pengetahuan. Indonesia harus menjadi pencipta ilmu.

''Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arah yang jelas: Indonesia harus melahirkan ilmuwan kelas dunia, bahkan peraih Nobel dari anak bangsa sendiri. Untuk itu, Kementerian menyiapkan Indonesia Road to Nobel Laureate 2045, sebuah upaya terstruktur dan berkelanjutan dalam membina talenta unggul sejak dini, memperkuat pendidikan riset berkelas dunia, hingga ekosistem sains nasional,'' kata Brian Yuliarto.

Partisipasi Semesta

Dia menuturkan, transformasi pendidikan membutuhkan partisipasi semesta. Negara, kampus, industri, masyarakat, keluarga, pendidik, peneliti, dan generasi muda, semuanya adalah arsitek masa depan Indonesia.

''Kepada para pendidik, tenaga kependidikan, dan peneliti di seluruh penjuru negeri, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Di ruang kelas, laboratorium, desa, kampus, dan pelosok Indonesia, saudara-saudara sedang menanam masa depan,'' ungkapnya.

Untuk para mahasiswa dan generasi muda, katanya, Menteri minta teruslah belajar, jangan takut bermimpi besar.

''Jadilah pembelajar yang kritis, pencipta gagasan, dan pemecah masalah. Masa depan Indonesia Emas tidak diwariskan, melainkan dibangun melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen untuk terus maju,'' tandasnya. (Aji)