Helo Indonesia

Perusahaan Baru Dibuat Dua Bulan Sudah Dapat Proyek Fantastis di Diskominfo Balam

Herman Batin Mangku - Nasional -> Hukum & Kriminal
Minggu, 19 April 2026 11:00
    Bagikan  
CCTV
HELO LAMPUNG

CCTV - Ilustrasi Karikatur AI Helo

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Wajah pelaksanaan "Program CCTV Wajah" Dinas Komunikasi Informasi (Dikominfo) Kota Bandarlampung makin terkuak. Perusahaan diduga baru dibuat dua bulan sudah mendapatkan proyek prestisius Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana.

Beberapa sumber Heloindonesia.com yang minta dirahasiakan identitasnya mengungkapkan perusahaan dibuat pada bulan Juni 2025. Proyek yang nilainya mencapai sekitar Rp2,9 miliar tersebut mulai dilaksanakan pada Agustus 2025.

Baca juga: Sekretariat Diduga Ngembat Anggaran Makan Minum DPRD Balam

"Saya pertanggungjawabkan, benar, perusahaannya baru dibuat langsung mendapatkan proyek yang nilainya fantastis," ujar salah seorang yang ada di perusahaan tersebut.

Narasumber lainnya bilang dirinya punya data atau fotokopi akte notarisnya. Dia mengaku belum mau memberikannya alasan sudah di Kejari Kota Bandarlampung. "Tunggu saja," katanya, Minggu (19/4/2026).

"Program CCTV 1000 Wajah" Diskominfo Kota Bandarlampung diduga pelaksanaannya, jadi ladang korupsi Diskominfo Kota Bandarlampung dengan pihak ketiga. Pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Dugaan tersebut muncul dari adanya ketidaksesuaian antara nilai anggaran dengan hasil pekerjaan di lapangan. Cara pihak ketiga untuk mendapatkan pekerjaan tersebut juga diduga dengan cara akal-akalan dengan pihak Diskominfo Kota Bandarlampung. 

Baca juga: DPRD Kritisi Hibah Dana dan Aset Pemkot Bandarlampung

Dikonfirmasi Heloindonesia.com, Jumat (17/4/2026), Ketua Umum Garuda Berwarna Nusantara (GBN) Johan Syahril berjanji akan buka-bukaan. "Saya akan sampaikan keterangan yang saya ketahui soal program itu kepada penyidik," ujarnya.

"Program CCTV 1000 Wajah” yang merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana dengan setidaknya ada enam tujuan utamanya, yakni:

1. Meningkatkan keamanan kota Pemkot Bandar Lampung ingin menekan angka kriminalitas (seperti pencurian, begal, dll.) dengan pemantauan di titik-titik strategis.

2. Mempermudah identifikasi pelaku kejahatan Dengan fitur pengenalan wajah, aparat bisa lebih cepat mengenali orang yang masuk daftar pencarian (DPO) atau pelaku kejahatan yang terekam kamera.

3. Monitoring aktivitas masyarakat di ruang publik Digunakan untuk mengawasi keramaian, kegiatan umum, dan potensi gangguan ketertiban.

4. Respon cepat terhadap kejadian Data CCTV terpusat memungkinkan petugas segera bertindak saat terjadi insiden.

5. Mendukung program Smart City Bandarlampung Program ini bagian dari digitalisasi layanan kota agar lebih modern, efisien, dan terintegrasi.

6. Pengawasan lalu lintas Selain keamanan, CCTV juga membantu memantau kemacetan dan pelanggaran lalu lintas.

Tapi, program seperti ini jadi bisik-bisik warga terkait privasi masyarakat terhadap keamanan data wajah masyarakat. (HBM)