Lima Petisi RuDem, Dukung Polisi Sapu Bersih Penjahat dan Jaringan Curas

Minggu, 10 Mei 2026 22:01
Wendy HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - Sejumlah tokoh dan elemen masyarakat menyatakan prihatin atas gugurnya Brigpol Arya Supena ditembak curamor. Ruang Demokrasi (RuDem) sampai mengeluarkan lima petisi atas kejadian tersebut.

Sabtu (9/5/2026), lima penggiat RuDem setelah diskusi melalui zoom meeting sepakat mempublikasi petisi. Mereka adalah Dr. Wendy Melfa, Dr. Budiyono, Dr. Dedy Hermawan, Dr. Agus Nompitu, dan Fajrun Najah Ahmad.

Lewat rilisnya ke Heloindonesia.com, petisi RuDem sebagai berikut:

1. Data statistik korban curas, angkanya terus mengalami kenaikan. Jumlah kasus konvensional pun meningkat, pada 2024 sebanyak 11.075 kasus, di 2025 menjadi 11.954 kasus.

2. Berbagai fakta di lapangan, kejahatan ini sangat terorganisir, dari rencana kejahatan, tim lapangan, penampungan, dan seterusnya.

3. Pencegahan perlu ditingkatkan dengan melibatkan masyarakat, aktifkan kelompok peduli keamanan ditingkat bawah.

4. Dengan menyatakan curas sebagai extra ordinary crime, bila dipandang perlu Polisi dapat menggunakan tindakan tegas terukur menggunakan senjata api untuk memberantas dan menimbulkan resonansi efek jera terhadap pelaku kejahatan.

5. Berantas kejahatan pendukung lain, seperti produksi dan distribusi senjata api, tajam, dan kunci letter T, serta tata niaga penampung/penadah hasil kejahatan.

Menurut Koordinator RuDem, Dr. Wendy Melfa, aparat keamanan sudah saatnya "membersihakan" para pelaku curas seperti operasi pembersihan preman. "Masyarakat perlu mendukung operasi pemberantas curas yang semakin memprihatinkan," ujarnya.

Ditambahkan, bahwa rasa aman dan dilindungi dari kejahatan adalah hak konstitusional warga negara yang patut dikelola dengan baik oleh negara melalui aparat Kepolisian bersama-sama masyarakat. "Saat ini Lampung telah masuk wilayah rawan kriminalitas," ujar Wendy.

Dia yakin masyarakat akan bersama Polri dalam pemberantas para pelaku kejahatan sadistis," pungkas Wendy Melfa. RuDem siap mengawal upaya Polri dalam pemberantasan premanisme.

RuDem menyatakan petisi setelah anggota Diintelkam Polda Lampung gugur ditembak pelaku curanmor di halaman Toko Kue Yussy Akmal di Jl. ZA Pagar Alam, Labuhan Ratu, Kota Bandarlampung, Sabtu (9/5/2026), pukul 05.30 WIB.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari menyatakan turut berduka cita atas gugurnya Brigpol Arya Supena (32), anggota Banit III Subdit IV Diintelkam Polda Lampung.

Brigpol Arya Supena gugur ditembak pelaku curamor di bagian kepala sebelah kanan tembus hingga sebelah kiri.Almarhum gugur sebagai pahlawan karena sedang berupaya menghentikan pencurian sepeda motor.

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf mengatakan korban sedang piket ketika memergoki dua orang sedang berusaha mencuri sepeda motor karyawan Toko Kue Yussy Akmal.

Korban kemudian menegur pelaku. Namun salah satu pelaku justru mengeluarkan senjata api dan menembak korban. Sempat terjadi pergumulan keduanya. Namun, peluru mengenai bagian kepala sebelah kanan dan tembus ke sisi kiri kepala korban.

RuDem

RuDem didirikan pada tahun 2021 oleh tiga orang, yakni Prof. Dr. Eddy Rifai, SH, MH (Alm), Dr. Wendy Melfa, dan Dr. Budiyono. Lembaga kajian akademis berbasis data ini fokus pada tiga persoalan, yaitu demokrasi, ketaatan hukum, dan keadilan sosial.

Koordinator RuDem, DR Wendy Melfa, menyatakan melalui lembaga itu pihaknya akan memberikan berbagai kajian akademis berbasis data kepada banyak pihak, dengan satu tujuan untuk kemajuan Provinsi Lampung.

“RuDem adalah gerakan moral dengan kajian akademis berbasis data yang mendalam. Kedepan akan kita tingkatkan aktivitas-aktivitas yang memberi nilai tambah bagi kemajuan daerah bebas dari kepentingan politik praktis,” tutur Wendy Melfa.

Sementara Dr. Budiyono menilai, sebenarnya potensi kaum kritis terdidik di Lampung sangat banyak. Hanya selama ini tidak terakomodir secara baik, sehingga berbagai pemikiran yang dimiliki tidak tersalurkan secara sistemik dan bisa menjadi kajian atau pertimbangan pihak pemerintah maupun DPRD didalam merumuskan program-program pembangunan.

Ia optimis, dengan gerakan RuDem kedepan, potensi pemikiran-pemikiran kritis yang mengacu pada kepentingan kemajuan daerah Lampung akan dapat memberi warna. (HBM)

Berita Terkini