LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyatakan advokat asal Lampung, Putri Maya Rumanti, tak lagi bergabung dengan Tim Hotman 911. Pernyataan itu memunculkan perhatian, mengingat Putri selama beberapa tahun dikenal sebagai salah satu sosok yang kerap tampil mendampingi Hotman Paris dalam berbagai perkara yang menjadi sorotan publik.
Ketua DPC Peradi Kota Bandarlampung, Bey Sujarwo, menyayangkan keputusan tersebut disampaikan melalui media sosial dari Singapura. Menurut Bey, persoalan antara sesama advokat semestinya dapat diselesaikan dengan cara yang lebih bijak dan mengedepankan penghormatan terhadap profesi.
"Hormat tak harus berkoar-koar di media massa. Bagaimanapun Putri Maya Rumanti itu pernah jadi asisten selama 10 tahun. Ada positif dan negatif, cari solusi yang terbaik," ujar Bey. Ia juga mengingatkan bahwa Putri merupakan advokat asal Lampung, daerah yang menurutnya sedang terus berbenah dan membangun citra positif.
"Hotman Paris sebagai pengacara senior seharusnya menyampaikannya secara bijak, melalui hati ke hati (heart to heart). Sebagai sesama advokat, mari sama-sama saling menghormati sebagai sesama praktisi hukum," katanya.
Dikonfirmasi HeloIndonesia.com, Selasa (18/8/2026), Putri Maya Rumanti membenarkan bahwa dirinya tidak lagi bergabung dengan Tim Hotman 911. "Keputusan saya ambil ini yang tepat dan sudah saya pikirkan karena alasan internal, sudah tak sejalan dan sulit untuk menyatukan persepsi," tandasnya.
Sebelumnya, Hotman Paris mengumumkan Putri Maya Rumanti yang memiliki kantor hukum sendiri tak lagi bergabung dalam Tim Hotman 911, program bantuan dan konsultasi hukum gratis yang selama ini dikenal membantu masyarakat kecil atau kurang mampu mencari keadilan.
Hotman tidak menjelaskan secara rinci alasan berakhirnya kerja sama tersebut. Ia hanya meminta para penegak hukum, klien, pengusaha, rakyat kecil, dan media memaklumi perubahan tersebut terhitung sejak 11 Agustus 2026. "Terima kasih kepada Putri Maya Rumanti atas kerja samanya selama ini," ujarnya.
Dari Lampung, Meniti Jalan Menjadi Advokat
Putri Maya Rumanti bukan nama baru dalam dunia hukum. Perempuan kelahiran Bandar Lampung ini dikenal publik setelah kiprahnya bersama Hotman Paris semakin sering muncul dalam perkara-perkara yang menyita perhatian nasional.
Sejumlah profil media menyebut Putri merupakan lulusan Fakultas Hukum dan menyelesaikan pendidikan Magister Hukum di Universitas Bandar Lampung. Sebelum serius menekuni dunia advokat, ia pernah bekerja di salah satu bank swasta di Lampung.
Dari lingkungan pekerjaannya itu, ia kerap berinteraksi dengan jaksa dan pengacara yang kemudian ikut mendorong keinginannya menekuni profesi hukum.
Perjalanan menuju dunia advokat tidak berlangsung lurus. Ia pernah menjalankan usaha salon dan butik, sebelum akhirnya memilih meninggalkan dunia usaha untuk lebih serius mengejar profesi sebagai pengacara.
Setelah menjadi advokat, Putri kemudian dikenal sebagai salah satu asisten pribadi Hotman Paris. Sejumlah pemberitaan pada 2024 menyebutnya sebagai salah satu aspri Hotman Paris dan bagian dari jaringan Kopi Johny serta Hotman 911.
Dari sinilah namanya perlahan ikut terangkat. Bukan hanya karena berada di dekat pengacara kondang tersebut, tetapi juga karena mulai tampil menangani perkara secara langsunglangsung.
Dari Konsultasi Gratis hingga Kasus Vina Cirebon
Salah satu kiprah yang membuat nama Putri semakin dikenal luas adalah keterlibatannya dalam pendampingan keluarga Vina Cirebon.
Pada 2024, Putri menjadi bagian dari tim hukum yang mendampingi keluarga Vina, kasus pembunuhan yang kembali menjadi perhatian nasional setelah bertahun-tahun belum menemukan titik terang.
Ia juga mendampingi Linda, sosok yang disebut sebagai sahabat Vina, ketika menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda Jawa Barat.
Dalam perkara tersebut, Putri beberapa kali tampil menyampaikan perkembangan kepada publik. Tim Hotman 911 yang dipimpinnya juga pernah melakukan pengecekan lokasi penemuan jasad Vina dan Eky di Cirebon.
Keterlibatan itu membuat sosok Putri tidak lagi hanya dikenal di lingkungan hukum Lampung. Namanya mulai dikenal publik nasional sebagai salah satu wajah perempuan dalam tim Hotman 911.
Namun, kiprahnya bersama Hotman Paris sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan perkara besar yang mendapat sorotan media.
Sejak menjadi advokat, Putri juga dikenal membuka ruang konsultasi dan pendampingan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu.
Di Lampung, ia pernah membuka pelayanan konsultasi hukum gratis dengan konsep yang terinspirasi dari program Kopi Johny milik Hotman Paris.
Dari Vina ke Lombok
Kiprah Putri bersama Hotman 911 terus berlanjut ke sejumlah perkara lain. Pada Mei 2026, Putri bersama tim dari Puri & Partners dan Hotman 911 mendampingi seorang perempuan bernama Nyonya Lusy dalam pemeriksaan di Propam Polda NTB.
Pendampingan itu berkaitan dengan laporan dugaan pencemaran nama baik sekaligus pengaduan atas dugaan ketidakprofesionalan penanganan perkara oleh oknum penyidik.
Pada Juli 2026, nama Putri kembali mencuat dalam kasus dugaan pembakaran sejumlah santri di Lombok Tengah. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI, ia menyampaikan sejumlah dugaan terkait perkara tersebut dan meminta agar kasus itu diusut secara serius.
Perkara itu menunjukkan bahwa peran Putri selama bergabung dengan Hotman 911 bukan sebatas menjadi pendamping di belakang layar. Ia beberapa kali tampil langsung menyampaikan sikap hukum dan temuan tim kepada publik.
Pulang ke Persoalan Lampung
Di tengah kiprah nasionalnya, Putri juga tetap membawa perhatian pada persoalan di daerah asalnya. Pada 2025, ia ikut bersuara dalam persoalan pendidikan di Bandarlampung. Namanya muncul dalam polemik terkait SMA Siger dan persoalan legalitas serta nasib siswa.
Dalam pemberitaan mengenai perkara tersebut, Putri disebut berdiri di depan bersama orang tua siswa untuk meminta kejelasan dan perlindungan terhadap hak peserta didik. Putri juga pernah terlibat dalam aksi masyarakat di Lampung.
Pada September 2025, ia tercatat ikut dalam Aksi Lampung Melawan dan menyerukan agar aspirasi masyarakat diterima tanpa menimbulkan kerusuhan. Jejak tersebut memperlihatkan spektrum kiprah Putri yang cukup lebar.
Ia bergerak dari praktik hukum, pendampingan masyarakat kurang mampu, perkara pidana yang menjadi perhatian nasional, persoalan pendidikan, hingga isu-isu sosial di daerah.
Pernah Maju di Pilkada Bandarlampung
Putri juga sempat masuk ke arena politik lokal. Pada Pilkada 2024, ia diberitakan maju sebagai calon Wali Kota Bandar Lampung dengan dukungan Partai Amanat Nasional (PAN).
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas Putri tidak hanya berhenti di ruang sidang. Ia juga pernah mencoba masuk ke ruang kebijakan publik, dengan membawa latar belakang advokat sebagai modal politiknya.
Kini, setelah menyatakan tidak lagi bergabung dengan Hotman 911, perjalanan Putri memasuki babak baru. Berakhirnya kerja sama itu tidak serta-merta menghapus jejak yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Dari Lampung, ia pernah berada di tengah perkara Vina Cirebon, mendampingi masyarakat kurang mampu, bersuara dalam persoalan pendidikan, hingga tampil dalam sejumlah perkara hukum yang menjadi perhatian nasional.
Karena itu, keputusan berpisah dengan Hotman 911 boleh jadi bukan akhir dari perjalanan Putri Maya Rumanti, melainkan titik balik menuju panggung yang berbeda.
Apalagi, Putri kini memiliki kantor hukum sendiri. Dengan pengalaman yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tantangannya bukan lagi sekadar dikenal sebagai "aspri Hotman Paris", tetapi membuktikan kapasitas dan identitasnya sebagai advokat yang berdiri dengan nama dan jalur profesionalnya sendiri.
(HBM)