HELOINDONESIA.COM - Menua itu pasti. Tapi menjadi tua dengan sehat dan kuat serta energik adalah pilihan tepat. Namun tak semua orang yang menua atau berusia lanjut (Lansia) bisa merasakan hal demikian.
Apa yang terjadi dalam penuaan?
Penuaan adalah fenomena biologis di mana struktur dan fungsi organisme menurun seiring dengan waktu. Sebuah proses biologis normal di mana struktur dan fungsi dari seluruh tubuh menurun seiring dengan bertambahnya waktu.
Yang terjadi sel kita ada mikrokondria. Sel itu ibaratnya generatornya atau nyawanya sel.
“Ketika mulai penuaan terjadi gangguan fungsi.Dia punya DNAnya mudah mutasi. Karena radiasi ultraviolet, makin tua kulit makin tipis. Untuk menangkal sinar UV itu makin jelek. Atau radiasi sekeliling kita seperti wifi, blootooth, dll,” terang dr. Hartono Gunarso, Sp.Ak dalam Webinar yang digelar Indonesia Wellness Tourism Inter
Baca juga: Asri Welas Klarifikasi Gosip Punya Pacar Bule, Setelah Gugatan Cerai Terungkap
national Festival 2024 (IWTIF 2024) pada Selasa (26/11/2024) dengan tema “Manfaat Potensial dari Terapi Stem Cel dan Akupunktur”.
Baca juga: Bawaslu Pesawaran Kumpulkan Bukti Formil-Materil Dugaan Politik Uang
Selain itu, komunikasi antarsel juga terganggu. Tiba-tiba insulin turun. Padahal pasiennya tidak gemuk, makan juga bagus. Tiba-tiba kadar gulanya melonjak naik.
“Ini karena komunikasi antarsel terganggu. Telomere shortening terjadi pemendekan. Sehingga terjadi proses penuaan. Ada perubahan genetik. Terjadi penumpukan protein-protein yang buruk di dalam sel. Sehingga terjadi penuaan dari dalam sel itu sendiri,” paparnya.
Selain itu, saat penuaan terjadi penurunan imunitas. Baik itu paru-paru, pencernaan, ginjal, organ kandungan dan reproduksi, liver, jantung dan seluruhnya terganggu.
“Harus dipahami bahwa kita akan menjadi tua. Dan proses penuaan ini tidak bisa dihindari atau ditahan. Dia akan terus berlanjut,” tutur pengajar spesialis acupuntur medic pada Fakultas Kedokteran UI ini.
Baca juga: Asri Welas Klarifikasi Gosip Punya Pacar Bule, Setelah Gugatan Cerai Terungkap
dr Hartono mengungkapkan kalau populasi orang lanjut usia atau Lansia di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Mengutip sumber Kompas pada Tahun 2024, diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Dan tahun 2045 akan menjadi 19% dari populasi di Indonesia. Namun yang jadi masalah, saat menjadi tua itu terjadi penurunan alamiah. Dari kondisi kesehatan psikologisnya, kognitif atau mental (berkaitan dengan pikiran, persepsi, pengingatan dan pengolahan informasi menurun,” jelasnya.
Kemudian, lanjutnya, kemampuan motoriknya. Jalannya mulai pelan, tubuh membungkuk, otot mengecil.
“Semuanya akan terjadi secara alamiah. Masalah lansia umumnya terdiri dari penurunan alami tingkat kesehatan, fisiologis, kognitif dan fungsi motorik dan rentan terhadap berbagai masalah kesehatan,” katanya.
Baca juga: 3 Rahasia Bumbu Nasi Goreng Sedap untuk Ide Jualan
Mereka yang sudah lansia akan mengalami penyakit degeneratif atau penyakit penuaan di mana fungsi atau struktur jaringan atau organ berubah menjadi lebih buruk dari waktu ke waktu.
Penyakit penuaan yang pasti akan terjadi adalah adalah alzheimer (pikun), parkinson, osteoarthritis (sendi-sendi menyempit) dan osteoporosis (massa atau kepadatan tulang menurun) dan tubuh melemah (Frailty).
Ditambah munculnya penyakit kardiovaskular, di mana pembuluh darah mulai menyempit. Ada yang sampai pasang ring, ada juga yang mengalami stroke.
“Gangguan paru-paru. Makin tua banyak dahak, berlendir. Rongga pernapasan sudah tidak sebaik saat waktu muda. Di tambah pasien-pasien tua tidak beraktivitas. Semakin bertambah lendirnya, menjadi lahan tumbuhnya bakteri,” paparnya.
Tak hanya itu, masalah penuaan bisa pada gangguan disfungsi seksual.
Baca juga: Di AS Anggota Kongres Transgender Timbulkan Masalah Soal Pemakaian Toilet
“Banyak pasien berusia tua ini mengeluh, kejantanannya mulai turun. Mulai kering dan sakit pada saat berhubungan. Ini wajar terjadi di usia lansia,” terangnya.
Problem lainnya adalah obesitas atau kegemukan. Penyebabnya karena metabolismenya mulai turun dan melambat.
“Tidak seperti muda lagi. Ibaratnya sekarang minum air aja jadi daging. Ditambah tidak mau bergerak, tidak mau senam, kondisinya akan makin parah,” tambahnya.
Penyakit autoimun. Banyak pasien usia tua, sendi-sendinya sakit. Daya tahan tubuh bertingkah menyerang badan kita sendiri. “Saya ada pasien ibundanya tidak merokok, suaminya juga tidak merokok, tiba-tiba terkena kanker paru.
Atau bisa juga yang laki-laki terkena kanker prostat.
Baca juga: Menonton Video YouTube Bisa Hasilkan Cuan? Begini Caranya!
Menurutnya, pengobatan itu ada dua.“Pengobatan bisa dilakukan dengan tradisional terapy. Dengan infus vitamin, suntik kolagen, suntik DNA Salmon. Yang pada prinsipnya, memasukkan sesuatu dari luar dan akan habis terpakai. Jadi harus rutin suntik kolagen, suntik vitamin,” tandasnya.
