HELOINDONESIA.COM -Selain kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA), Indonesia juga tak kekurangan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten dengan profesinya.
Namun demikian, untuk bisa berdaya saing secara global, SDM Indonesia harus meningkatkan kualitasnya.
Karena itu, kompetensi dan sertifikasi profesi sangat penting untuk SDM Indonesia terutama di bidang Pariwisata, khususnya spa wellness.
"Para SDM di bidang apapun, terutama di bidang pariwisata. Sertifikasi profesi harus dimiliki oleh semua SDM di semua sektor, tanpa terkecuali," tegas Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kunjung Nasehat seperti dikutip dari akun YouTube IWTIF pada Rabu (29/1/2025).
Baca juga: Inovasi Yahud Desainer Inggris Alexander Perry, Produksi CD dan Bra Rumput Laut
Dikatakan Kunjung Nasehat, spa wellness Indonesia tentu sudah banyak yang bersifat internasional dengan kearifan lokalnya.
"Misalnya kalau bicara tentang spa wellness terkait dengan sumber daya manusianya, saya kira Indonesia banyak SDM-nya," jelas Kunjung Nasehat.
Kunjung Nasehat mengatakan bahwa pemerintah, dalam hal ini BNSP, fokus yang berkaitan dengan kompetensi sekaligus sertifikasi .
"Ini tentang ketenagakerjaan bagaimana profil ketenagakerjaan kita dengan angka pengangguran yang masih cukup tinggi. Kita berharap, ke depannya angka pengangguran semakin turun dan lapangan kerja terbuka di semua sektor," paparnya.
Baca juga: Ingat Imlek Ingat Gus Dur, Christian: Tahun Ular Kayu Lebih Baik, Gubernur Baru Ngebut
Karena itu, dia berharap untuk terus menggerakkan tenaga kerja di bidang spa wellness ini.
"Bagaimana kita bicara tentang kompetitifnes. Itu masalah kondisi tenaga kerja berkaitan dengan daya saing. Kalau kita spesifik bicara spa wellness ini, saya kira akan kita hitung yang namanya daya saing," ujarnya .
Apalagi, lanjut Kunjung Nasehat, kalau dibandingkan kompetitif dengan orang-orang di Asia Tenggara saja yang cukup terkenal itu Thailand.
"Tapi kalau saya lihat kalau kita itu luar negeri, banyak juga yang promosi tentang Bali. Jadi di spa wellness Bali menjadi daya tarik Indonesia untuk terus dikembangkan," terangnya.
Baca juga: Dari Prabowo Sampai Jacky Chan, Simak Kata Pesohor Soal Tahun Ular
Menurutnya, spa wellness Nusantara enggak ada kalah-kalahnya juga dengan negara lain, terutama Thailand yang terkenal dengan Thai Massage-nya yang sangat kompetitif.
"Bagaimana kita meningkatkan kompetitif tenaga SDM di bidang spa wellness sekaligus mendapatkan pengakuan rekondisi terhadap orang-orang yang mempunyai profesi di bidang tersebut. Ini yang paling penting," paparnya.
Kalau misalnya kompetensinya bagus akan mendapatkan rekor live. Menurutnya, rekondisi ini tidak hanya bersifat nasional tetapi juga rekondisi internasional.
"Jadi kalau misalkan berkembang nanti spa wellness ini, tidak hanya di Indonesia, kita juga bisa mendapatkan tenaga kerja yang profesional di bidangnya khususnya di bidang spa wellness agar bisa bersaing dengan negara lain secara global.
Baca juga: Mbak Ita Hadiri Perayaan Imlek, Berharap Jadi Momen Perbaikan Diri
Kita mempunyai potensi di bidang spa wellness tersebut. karena SDMnya ada sumber daya yang lain juga ada. Misalnya rempah-rempah.
Kunjungan mengatakan bahwa dirinya banyak kenal teman di Kementerian Kehutanan. Di sana itu untuk bidang-bidang produksi di luar daripada kayu, misalnya, mereka memproduksi juga minyak atsiri dan lain-lain.
"Di sinilah peran dari pada dunia pendidikan dan pelatihan sekaligus dengan dunia sertifikasi," tandasnya.
