LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM — Ada yang datang membawa keluhan nyeri di punggung. Ada yang mengeluhkan kepala kerap berdenyut, tubuh terasa berat, atau persendian yang tak lagi leluasa digerakkan. Di antara mereka, terselip harapan sederhana: ingin kembali sehat dan menjalani hari tanpa dibayangi rasa sakit.
Di sebuah rumah di Kampung Bumimas, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah, harapan itu dijemput melalui ikhtiar pengobatan tradisional yang dikenal sejak berabad-abad silam: bekam atau Al-Hijamah. Di tempat itu, Ibu Suyati, yang akrab disapa Yati, membuka praktik bekam dengan berbekal pengalaman sejak 2021 dan sertifikat keahlian.
Tangannya bekerja dengan keterampilan, sementara tutur katanya menghadirkan ketenangan bagi mereka yang datang berobat.
Bagi Suyati, bekam bukan semata-mata pekerjaan. Ada nilai ibadah dan keyakinan yang menyertainya. Ia memandang keterampilan yang dimiliki sebagai jalan untuk membantu sesama, sedangkan kesembuhan tetap menjadi hak prerogatif Allah SWT.
Menghidupkan Sunnah, Menjemput Ikhtiar
Bekam memiliki tempat tersendiri dalam tradisi pengobatan Islam. Rasulullah SAW pernah bersabda:
"Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah Al-Hijamah (bekam)." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain disebutkan: "Jika ada kebaikan pada pengobatan kalian, maka kebaikan itu ada pada bekam." (HR. Ahmad).
Hadis-hadis tersebut menjadi salah satu landasan bagi umat Islam yang ingin mengenal dan menjalankan pengobatan bekam sebagai bagian dari ikhtiar menjaga kesehatan.
Suyati pun mengajak masyarakat untuk mengenal kembali bekam sebagai salah satu pengobatan tradisional yang memiliki akar kuat dalam tradisi Islam.
Perempuan Jawa kelahiran Lampung (Japung) ini mulai menekuni praktik bekam pada 2021 di Grobogan, Jawa Tengah. Setelah mengantongi pengalaman selama beberapa tahun, ia kemudian kembali ke Lampung dan dalam dua tahun terakhir membuka praktik di daerah asalnya.
Dari waktu ke waktu, kabar tentang praktiknya menyebar dari mulut ke mulut. Pasien datang bukan hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari berbagai daerah.
Menurut Suyati, selama menjalankan praktiknya, ia telah melayani ratusan pasien dari sejumlah wilayah, antara lain Jawa, Sulawesi Selatan, Bengkulu, serta berbagai kabupaten dan kota di Lampung, seperti Lampung Selatan, Pringsewu, Lampung Tengah, hingga kawasan Unit 2.
Dari Keluhan Tubuh hingga Harapan untuk Pulih
Keluhan yang dibawa pasien pun beragam. Mulai dari pegal linu, migrain, hingga keluhan yang berkaitan dengan tekanan darah, kadar gula, asam urat, kolesterol, dan nyeri akibat gangguan saraf. Bagi sebagian orang, rasa sakit yang datang berulang bukan hanya mengganggu tubuh, tetapi juga membatasi aktivitas dan mengurangi kualitas hidup.
Di sinilah Suyati berusaha memberikan pelayanan sesuai keterampilan yang dimilikinya. Namun, ia menegaskan bahwa bekam bukan jaminan kesembuhan untuk semua penyakit. Pasien tetap perlu memeriksakan kondisi kesehatannya kepada tenaga medis, menjalani pengobatan sesuai diagnosis, dan tidak menghentikan obat dokter tanpa konsultasi.
Sebab, ikhtiar pengobatan seharusnya berjalan beriringan dengan pengetahuan dan kehati-hatian.
Ada satu kalimat yang kerap ia pegang dalam menjalankan praktiknya. Kalimat sederhana, tetapi mencerminkan keyakinan yang kuat tentang batas kemampuan manusia.
"Saya hanya mensyariati. Minta dengan doa kepada Allah. Yang menyembuhkan penyakit semuanya Allah," ujar perempuan yang dikenal murah senyum itu saat ditemui di kediamannya di Bumimas. Kalimat tersebut seperti mengingatkan bahwa manusia boleh berusaha sekuat tenaga, tetapi tidak pernah menjadi pemilik mutlak atas kesembuhan.
Griya Terapi Bekam Kinasih
Bagi masyarakat yang ingin mengenal atau mendapatkan layanan bekam, Suyati membuka praktik dengan nama Griya Terapi Bekam Kinasih. Lokasinya berada di rumah Ibu Suyati, Kampung Bumimas, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah.
Jadwal pelayanan dibuka setiap hari dengan dua pilihan waktu:
Pagi: pukul 06.00–09.00 WIB.
Sore hingga malam: pukul 17.00–22.00 WIB.
Dengan pengalaman praktik sejak 2021 dan bekal sertifikasi keahlian, Suyati berharap kehadiran Griya Terapi Bekam Kinasih dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat dalam mengenal terapi bekam secara lebih dekat.
Pada akhirnya, kesehatan bukan hanya tentang terbebas dari rasa sakit. Ia juga tentang kesempatan untuk kembali bekerja, beribadah, berkumpul bersama keluarga, dan menikmati kehidupan dengan tubuh yang lebih bugar.
Bekam boleh menjadi salah satu jalan ikhtiar. Doa menjadi penguat keyakinan. Sementara kehati-hatian dan pengobatan medis tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan. Sebab, sebagaimana diyakini Suyati, manusia hanya bisa berusaha. Kesembuhan sejati tetap milik Allah SWT. (Zen Sunarto)