LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM - KABUPATEN Lampung Timur (Lamtim) tumbuh bak seorang pemuda yang gagah dan mempesona. Pada usianya yang ke-24 tahun, masyarakatnya hidup harmoni dari berbagai suku bangsa, agama, adat istiadat dan budaya. Dengan kebersamaan, Lamtim terus tumbuh.
Dengan pusat pemerintahannya di Kota Sukadana, Kabupaten Lamtim yang lahir lewat UU Nomor 12 Tahun 1999 dan diresmikan pada 27 April 1999, masyarakatnya yang berjumlah sekitar 1,3 juta jiwa sangat menjunjung tinggi tolerasi sehingga tak ada gesekan antarkelompok dan golongan.
Awal kelahirannya, kabupaten seluas 5.235 kilometer persegi ini memiliki 10 kecamatan definitif, 13 kecamatan pembantu, serta 232 desa. Di usianya yang ke 24 tahun, Lamtim terus berkembang hingga memiliki 24 kecamatan dan 264 desa.
Bupati Dawam Rahardjo bersama wakilnya, Azwar Hadi , Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda serta masyarakat terus menggenjot laju pembangunan dalam upaya peningkatkan taraf hidup rakyatnya.
Lantas, bagaimana capaian pembangunan setelah 24 tahun dan proyeksi ke depannya? Sekretaris PWI Lampung Khairuddin dari Helo Indonesia Lampung berusaha menggalinya langsung dari Bupati Muhammad Dawam Rahardjo pada momentum HUT ke-24 Kabupaten Lamtim.
HELO:
Tanpa terasa, Kabupaten Lampung Timur saat ini memasuki usia 24 tahun, apa yang ingin Bapak sampaikan kepada masyarakat?
DAWAM:
Pertama-tama, saya akan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, tanpa terasa Lamtim telah memasuki usia 24 tahun.
Saya bersama Wakil Bupati Pak Azwar Hadi, OPD, Forkompimda serta rakyat akan terus bergerak cepat memajukan kabupaten yang kita cintai ini.
Untuk membangun sebuah daerah seperti kabupaten kita ini, selain dibutuhkan anggaran yang sangat besar, kebersamaan untuk membangun suatu daerah adalah faktor penting yang patut dijaga dan dipelihara dengan baik.
Karena dengan kebersamaan, niscaya pembangunan suatu daerah akan tercapai dengan baik. Dan, pada akhirnya, kesejahteraanpun akan merata bagi semua rakyat dan Lamtim dapat sejajar dengan kabupaten lain di Bumi Sai Ruwa Jurai.
HELO:
Saat ini, Lamtim memiliki 24 kecamatan, 264 desa dan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa. Di kabupaten ini, hampir semua agama ada pemeluknya. Adat istiadat, budaya, kebiasaan masyarakat juga beragam, majemuk, tapi bisa hidup harmonis.
Bagaimana bapak mampu menciptakan kedamaian dan ketenangan masyarakat yang bersifat heterogenitas itu?
DAWAM:
Keberagaman adat istiadat, budaya, kebiasaan serta beragam agama yang ada di Lamtim merupakan sebuah harmoni yang melahirkan kedamaian, ketenangan serta ketenteraman masyarakat.
Saya tak pernah membeda-bedakan adat budaya termasuk agama yang dianut satu sama lain. Kita senantiasa memupuk sikap toleransi antarumat beragama. Betapa tidak, dengan berbagai keberagaman itu, merupakan khasanah atau kekayaan yang jarang dimiliki daerah lain.
Dan, keberagaman tersebut merupakan faktor penting untuk membangun daerah ini. Kita tak dapat membayangkan, jika satu sama lain selalu ribut, bagaimana pembangunan kabupaten kita ini akan maju.
Tapi, kita patut bersyukur, dengan heterogenitas serta keberagaman selama ini, rakyat Lamtim bahu membahu memajukan kabupaten ini.

HELO:
Selain keberagaman, multietnis, adat budaya dan agama yang telah berhasil dibangun selama 24 tahun, bagaimana pembangunan bidang kesehatan dan pendidikan?
DAWAM:
Pada bidang kesehatan, kita sekarang bisa merasakan kemudahan pelayanannya. Di 24 kecamatan, kita bangun puskesmas dengan tenaga medis seperti dokter, perawat atau bidan selalu siaga melayani masyarakat.
Kita juga telah memiliki rumah sakit yang dikelola pemerintah daerah. Selain itu, pihak swasta juga telah banyak mendirikan berbagai rumah sakityang tersebar di sejumlah kecamatan.
Artinya, dengan pelayanan kesehatan yang optimal, saya pikir, warga Lamtim saat ini tak kesulitan mendapat pelayanan kesehatan. Masyarakat bebas memilih tempat berobat. Apakah di puskesmas, rumah sakit pemerintah atau rumah sakit swasta.
Dan, ke depan, kita akan terus melengkapi berbagai alat kesehatan yang diperlukan baik di puskesmas atau rumah sakit. Kemudian , pada bidang pendidikan, di 24 kecamatan telah berdiri beragam jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, madrasah, pondok pesantren hingga sejumlah perguruan tinggi.
Hal ini menandakan pembangunan bidang pendidikan di kabupaten kita ini hampir merata hingga pelosok desa. Apalagi, dewasa ini pemerintah kian mempermudah bagi siapa saja yang ingin menimba ilmu hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Sekarang ini, kita tinggal menanamkan rasa mau dulu untuk menimba ilmu atau sekolah. Soal biaya, pemerintah akan selalu membantu baik lewat beasiswa, susbsidi silang atau bantuan lain dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Tapi, jika kemauan saja tidak ada atau malas untuk sekolah, itu yang jadi masalah kita bersama. Saya berharap, dengan kemudahan ditambah kelengkapan berbagai sarana dan prasarana belajar, masyarakat Lamtim akan selalu giat menimba ilmu.

HELO:
Lamtim dikenal sebagai daerah agraris, bagaimana meningkatan pembangunan bidang pertanian dan perkebunan?
DAWAM:
Lamtim memiliki daerah pertanian dan perkebunan ratusan ribu hektare dan termasuk kawasan subur untuk pertanian dan perkebunan. Pada bidang tanaman padi, kita punya puluhan ribu hektare, baik sawah irigasi teknis atau tadah hujan.
Sehingga ke depan, kita mampu menciptakan swasembada pangan dan dapat menyuplai daerah lain di provinsi ini atau provinsi lain di tanah air.
Begipula tanaman palawija seperti jagung atau ubi kayu. Kabupaten kita ini termasuk penghasil tanaman jagung dan ubi kayu di Lampung. Tak dimungkiri, saat musim tanam tiba, petani tak jarang kesulitan mendapatkan pupuk.
Oleh sebab itu, untuk mengatasi kelangkaan bahan penyubur tanaman saat musim tanam tiba, Pemkab Lamtim terus mengawasi distribusi pupuk atau sarana produksi lain. Soal kelengkapan alat pertanian, tahap demi tahap kita akan terus menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) ke kelompok tani.
Untuk pembangunan bidang pertanian dan perkebunan, saya pikir petani kita telah menikmati kesejahteraan dan hidup sejajar.
HELO:
Lantas, bagaimana pula pembangunan bidang perikanan dan tingkat kesejahteraan nelayan.
DAWAM:
Selain punya lahan pertanian dan perkebunan yang sangat luas, Lamtim juga punya dermaga tempat pendaratan ikan (TPI) serta ratusan hektare tambak udang dan bandeng.
Bagi nelayan saat ini tak jarang dihadapkan dengan sulitnya mendapatkan bahan bakar untuk melaut. Oleh sebab itu, saya bersama pihak terkait akan terus memantau distribusi bahan bakar bagi nelayan.
Jangan sampai nelayan tak melaut hanya karena tak punya bahan bakar (BBM). Apalagi, hasil tangkapan nelayan Lamtim tak hanya untuk memenuhi kebutuhan warga Lamtim. Tapi, hasil tangkapan nelayan banyak dikirim keluar daerah.
Begitu pula ratusan hektare tambak udang dan bandeng. Saya bersama pihak terkait tak akan membiarkan tambak udang dan bandeng menjadi lahan tidur atau tak dikelola. Sebab, petani tambak Lamtim pernah merasakan kejayaan beberapa tahun silam.

HELO
Dari semua bidang yang telah bapak jalankan, semua itu tanpa didukung infrastruktur seperti jalan dan bangunan yang baik, niscaya jadi kendala. Lantas, apa langkah Bapak Bupati membenahi semua itu?
DAWAM
Saat ini, pembangunan infrastruktur seperti jalan di kabupaten kita memang belum sepenuhnya tercapai dengan baik. Tak kurang dua ribu kilometer jalan yang tersebar di 24 kecamatan harus kita benahi.
Karena terbatasnya anggaran sepanjang tahun, maka pembangunan tersebut kita laksanakan tahap demi tahap. Apalagi, pembangunan jalan baik lintas kabupaten, kecamatan atau desa adalah wujud nyata majunya pembangunan suatu daerah.
HELO
Terakhir Pak Bupati, apa saran bapak untuk rakyat Lampung Timur yang telah memasuki usia hampir seperempat abad ini ?
DAWAM
Sebagai bupati dan Pak Azwar Hadi sebagai wabup, kami akan terus memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat Lamtim yang pada akhirnya akan sejajar dengan daerah lain.
Tak kalah penting, saya mengajak semua pihak termasuk rakyat yang saya pimpin, untuk bersama membangun kabupaten kita ke arah yang lebih baik dan pada akhirnya kabupaten ini menjadi sebuah kabupaten yang maju dan bermartabat. Terima kasih. (ADVENTORIAL)
