HELOINDONESIA.COM - Usai hari raya idul adha, umat muslim dilarang melaksanakan puasa pada hari tasyrik 11,12 dan 13 Dzulhijjah.
Hari Tasyrik adalah hari dimana umat muslim merayakan makan dan minum.
Hari tasyrik dimulai pada hari ini, selasa (18/6/2024).
Baca Juga : Viral di TikTok, Lirik Lagu Dola dan Terjemahanya
Apakah tetap boleh melaksanakan puasa sunnah seperti puasa senin Kamis tetapi masih pada hari tasyrik??
Jika bertepatan dengan hari tasyrik dilarang berpuasa. Setelah tanggal 13 Dzulhijjah, umat Islam baru dapat melanjutkan puasa sunnah.
Larangan berpuasa pada hari tasyrik juga dijelaskan dalam Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Ust. M. Syukron Maksum. Berdasarkan sebuah hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a.:
"Bahwasanya Rasulullah SAW mengutus Abdullah Bin Hudzafah berkeliling Mina untuk menyampaikan: Janganlah kamu berpuasa pada hari ini, karena ia merupakan hari makan minum dan mengingat Allah Azza wa Jalla." (HR. Ahmad)
Berikut beberapa amalan yang dianjurkan pada hari Tasyrik pada 11,12 dan 13 Dzulhijjah disadur dari kompas.com :
1. Meningkatkan Taat dan Takwa
Hari Tasyrik adalah rangkaian dari Yaumul Qadhiyah.
"Ingat bahwa yaumul tasyrik adalah rangkaian dari Yaumul Qadhiyah, dimana itu cobaan, ujian, perjuangan para Nabi terutama Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail," jelasnya.
Oleh karena itu, kita disarankan untuk senantiasa meningkatkan taat dan takwa kepada Allah agar bisa memiliki nilai yang sama atau setidaknya mendekati ketakwaan para Nabi.
2. Perbanyaklah berdoa dan dzikir karena pada hari Tasyrik ini merupakan Sa'atul Ijabah (waktu terkabulnya doa).
"Yaumu tasyrik adalah hari di mana doa dijabah, maka perbanyaklah berdoa dan banyak berzikir," kata Ustaz Hasbullah.
3. Amalan selanjutnya yang bisa kamu lakukan pada hari Tasyrik adalah silaturahmi. Kita dianjurkan mengunjungi keluarga, saudara, orang tua, atau kerabat untuk mempererat tali kekeluargaan dan tali ukhuwah Islamiah.
4. Memperbanyak Syukur Nikmat
Apapun yang diberikan oleh Allah adalah karunia, baik berupa kekayaan maupun kesehatan. Sesuai firman Allah SWT:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Wa iż taażżana rabbukum lain syakartum laazīdannakum wa laing kafartum inna 'ażābī lasyadīd
Artinya: "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih'." (QS. Ibrahim: 7)