Sesepuh Karang Taruna Lampung Turun Gunung, Ingin Kembalikan Kejayaan Wadah Anak Muda Ini

Rabu, 17 Juni 2026 10:26
Sesepuh Karang Taruna Lampung (Foto KT/Helo) HELO LAMPUNG

LAMPUNG, HELOINDONESIA.COM -- Para sesepuh Orsos Karang Taruna Provinsi Lampung turun gunung untuk kembali membesarkan organisasi kepemudaan ini di Griya Innayah, Jl. Wolter Mongonsidi, Pengajaran, Kota Bandarlampung, Rabu (17/6/2026) malam.

Mereka yang aktif tahun '80-90-an itu adalah Safwan Ali, Fauzi, Mauludin Ansorry, Sumanto, Baihaqi, Nizar Heidi, Gurmewa, Herman Batin Mangku, Gunawan Handoko, dan Makhtub Zais, dan tuan rumah Abdullah Fadri Auli (Aab).

"Kita kumpul malam ini sekaligus diskusi kecil bagaimana Karang Taruna Lampung ke depan," ujar Aab yang kini dipercaya sebagai komisaris utama merangkap komisaris independen PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

Para sesepuh menyambut antusias untuk kembali menyemangati Karang Taruna agar bangkit kembali sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi wadah bagi generasi muda buat mengembangkan diri, tumbuh, dan berkarya.

Mereka juga sempat berbagi cerita masa masih aktif sebagai pengurus Karang Taruna hingga bisa menghadirkan pada menteri hingga presiden ke Lampung. "Banyak sekali kegiatan kepemudaan kala itu," kata Safwan Ali.

Mereka berharap Karang Taruna segera memusyawarahkan pengganti Dendi Ramadhona sebagai ketua ormas kepemudaan ini. Lalu, bagaimana konsolidasi dan berkolaborasi agar anak-anak muda memiliki wadah berekspresi dan mengembangkan kreativitasnya.

Para dedengkot Karang Taruna ini yakin dengan kepemimpinan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Karang Taruna menemukan momentum untuk bangkit kembali berperan bagi daerahnya.

Banyak program yang bisa dikolaborasikan dengan Karang Taruna, misalnya rekrutmen tenaga kerja ke daerah lain hingga luar negeri, membantau dapur-dapur MBG agar benar-benar bahan bakunya dari masyarakat, dan berbagai sektor lainnya.

Organisasi ini memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan di lingkungan warga. Fungsi utamanya meliputi:

1. Penyelenggara Usaha Kesejahteraan Sosial:
Mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan dan kenakalan remaja.

2. Pemberdayaan Masyarakat:
Mengembangkan jiwa kewirausahaan, potensi ekonomi lokal, dan keterampilan.

3. Wadah Pengembangan Generasi Muda:
Mengasah minat dan bakat pemuda melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, seni, dan olahraga.

4 Pelestarian Kearifan Lokal:
Menjaga nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan budaya di lingkungan setempat. (HBM)


Berita Terkini