HELOINDONESIA.COM - Etnaprana merupakan konsep wellness yang berakar pada budaya, tradisi, dan kekayaan alam Indonesia yang sudah dilakukan secara turun temurun oleh berbagai suku yang ada di nusantara.
Kata Etnaprana bagi sebagian orang memang terdengar asing. Namun bagi mereka yang memiliki aktivitas dalam kesehatan dan kebugaran tubuh tradisional, Etnaprana sangat melekat.
Etnaprana dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari dua kata Bahasa Jawa, yaitu etnisitas “keadaan/sifat suatu kelompok yang memiliki ciri-ciri yang sama” dan Prana sebagai “energi kehidupan”.
Pakar Etnaprana dr Wanarni Aries dalam webinar yang diselenggarakan Indonesia Wellness Tourism International Festival (IWTIF 2024) pada bulan lalu mengatakan, ada tiga komponen untuk mencapai hidup sehat dalam mengimplementasi Etnaprana.
Baca juga: 90 Guru Penggerak di Kendal Pamerkan Lokakarya Panen Hasil Belajar
Salah satunya adalah kegiatan fisik yang teratur dan mampu memanajemen stres ketika masalah itu datang. Kemudian pemenuhan kebutuhan nutrisi dan gizi yang seimbang dari pola makan yang baik.
Gizi yang seimbang ini dalam Etnaprana tentu saja didapat dari makanan yang sehat dan diolah secara tradisional. Olahan tradisional inilah yang membedakan makanan sehat dan bergizi dengan olahan masakan secara moderen.
dr Wanarni Aries mengatakan bahwa di zaman yang serba moderen dan serba instan seperti sekarang ini, pasti sudah tidak asing lagi dengan bumbu instan sebabai penyedap masakan.
“Berikut perbedaan antara bumbu tradisional dan bumbu moderen. Bumbu tradisional secara durasi dalam pembuatan bumbu tentu memakan waktu yang lebih lama,” paparnya.
Baca juga: Bernadya Raih Album Pop Terbaik di AMI Awards 2024
Sedangkan, bumbu moderen menggunakan bumbu instan. Yang mengandung bahan pengawet. Tujuan penggunaan bahan pengawet ini agar makanan tetap segar dan layak dikonsumsi.
“Sementara bumbu tradisional tidak menggunakan pengawet,” jelas dr Wanarni Aries.
Namun demikian, sambungnya, secara kualitas, bumbu olahan tradisional dipengaruhi oleh pemilihan bahan bahan yang digunakan.
“Secara rasa, bumbu tradisional memiliki cita rasa yang lebih maksimal. Sementara bumbu moderen memiliki standar yang telah
disesuaikan oleh perusahaan. Sehingga memiliki cita rasa yang lezat, namun sangat mudah dikenali,” tandasnya.