HELOINDONESIA.COM - Di Hari Buruh Internasional yang biasa disebut May Day, Menko Polhukam Mahfud MD juga memberikan pandangannya. Mahfud melihat dari segi peradaban.
Menurut Menko Mahfud, peradaban suatu bangsa akan dapat dilihat dari cara negara menjamin hak azasi dan kesejahteraan kaum buruhnya. Ia melnjutkan, kekuatan suatu negara akan Tangguh jika kaum buruihnya terpelihara.
“Peradaban suatu bangsa akan dpt dilihat dari bagaimana negara menjamin hak asasi dan kesejahteraan kaum buruhnya,” tulis Mahfud MD dalam cuitan di akun Twitter hari ini.
Cuitan Mahfud langsung mendapat banyak tanggapan dari warganet, bahkan mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap buruh, termasuk terkait hal yang disebutnya negara Tangguh bila kaum buruhnya terpelihara. Cuitan lanjutan dari Mahfud MD adalah:
Kekuatan suatu negara akan tangguh jika di dlm kaum buruhnya terpihara dan berkobar nasionalisme. Majulah maju kaum buruh dan pekerja Indonesia,” tulis Mahfud Md.
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah dari @_rakanisme yang mempertanyaan perlakuan negara terhadap hak azasi manusia kalangan buruh.
“Nah yang jadi pertanyaan nya sekarang kanda, apakah regulasi diindonesia ini sudah mencerminkan cita bangsa yang dimana menjamin hak asasi manusia terutama buruh atau justru sebaliknya,” komentar @_rakanisme.
Pertanyaan senada datang dari @arinando31. “Mnurut bpk apkh negara ini sdh mnjamin hak asasi n ksejahteraan kaum buruhnya?” tulisnya.
Dia memaparkan, dirinya merasa di dalam kau buruh boro-boro terpelihara dan berkobar rasa nasionalisme, yang ada malah kegundahan menjalani kehidupan hari demi hari dengan gaji yang minim, belum lagi kebijakan perusahaan yang kadang tidak berpihak.
Warganet Aris (akun @Aris121314_ menyatakanbahwa buruhg tak akan pernah sejahtera, dan negara tidak akan bisa menjamin hak asasi tenaga buruh, kalau pemerintah/lembaga hanya duduk dan membuat aturan, dan tidak adanya survei lapangan yang ke perusahaan-perusahaan.
“Saya berani taruhan, karena masih banyak perusahaan yang nakal,” ungkapnya.
Kritik pedas dari warganet Gatot Supriyadi (akun @gemukpack) yang menyatakan kesalahan fatal dari operasional investasi, dimana buruh hanya dijadikan sandal jepit bagi jalanya proses produksi, dengan dengan upah murah, kontrak kerja semesteran.
“Point utamanya barisan presiden hanya peduli ciptakan oligarki. Bukan bahagia melihat buruh sejahtera dgn upah layak,” tandas Gatot Supriadi.
Tambah tandas lagi komentar dari warganet @anaswongkamfung yang mengungkit Omnibus Law (UU Cipta Kerja) yang dinilainya membuat nasib buruh makin berat, bahkan dia menyebutnya makin diperbudak. Omnibus Law kemunduran bagi kesejahteraan buruh.
“Hmmmmmm omnibus law adalaj kemunduran bagi kesejahteraan buruh pak mahfud...dan terjadi diera anda menjadi pejabat di rezim jokowi....buruh bukanya makin sejahtera malah makin diperbudak,” katanya. (*)
(A Winoto)
