Helo Indonesia

Samuel Wattimena Menyoal Kelanjutan Program PMK3I dalam Raker Bersama Menteri Ekonomi Kreatif

Ajie - Nasional
Rabu, 20 November 2024 20:05
    Bagikan  
Samuel Wattimena Menyoal Kelanjutan Program PMK3I dalam Raker Bersama Menteri Ekonomi Kreatif

Samuel Wattimena dan Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Foto: umkmmu

JAKARTA, HELOINDONESIA.COM - Politikus PDI Perjuangan, Samuel JD Watimena meminta Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menggandeng pelaku kebudayaan lokal untuk mendorong peningkatan ekonomi kreatif di daerah-daerah di Indonesia.

Dia juga melempar sejumlah isu penting terkait keberlanjutan program Penilaian Mandiri Kabupaten Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) dan eksistensi Komite Ekonomi Kreatif (KEK).

Samuel menyoal hal tersebut dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif yang digelar di Gedung DPR RI pada Senin, 18 November 2024.

Baca juga: Menteri Agus Tegaskan Tak Sanksi Petugas Lapas Penyebar Video Napi Nyabu

Hadir dalam Raker ini Menteri Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan jajarannya.

Menurut Samuel, pada Kepala Bekraf Triawan Munaf, telah dibentuk PMK3I. Guna menjalankannya dibentuklah KEK. Dan di Jawa Tengah, kata dia, sudah terbentuk 30 komite dari 35 kabupaten/kota.

''Ironisnya mereka ini tidak dibekali anggaran. Komite ekonomi kreatif ini hanya diberi hibah anggaran Rp 50 juta setahun. Itupun hanya sekali diberikan yaitu tahun 2019. Bukan hanya minim, komite ini hanya bisa menggunakan anggaran itu untuk event FGD tanpa alokasi untuk operasional dan pengembangan sarana, sehingga mereka jadi nggak kreatif,'' kata anggota fraksi PDIP dari Dapil Jateng 1 (meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, dan Salatiga) ini.

Sangat Strategis

Samuel menilai, program PMK3I sangat strategis untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif di daerah. Menurutnya, program ini berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan menggali potensi ekonomi kreatif di setiap kabupaten/kota.

Baca juga: Maarten Paes: Saya Senang dengan Penyelamatan Terakhir Lawan Saudi

Program juga bertujuan untuk mengidentifikasi subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi unggulan di masing-masing daerah, sehingga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi baik di pasar domestik maupun internasional.

Dia mengusulkan agar pemerintah menyediakan dana konsentrasi (Dakon) khusus untuk KEK. Dana ini diharapkan dapat digunakan untuk kegiatan konsolidasi pelaku ekonomi kreatif, pameran hasil karya unggulan, dan penciptaan model percontohan KEK di Jawa Tengah yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia.

''Mungkinkah komite ekonomi kreatif ini mendapatkan dana konsentrasi untuk konsolidasi pelaku Ekraf, pameran hasil karya unggulan Ekraf dan menciptakan role model dengan keterlibatan KEK. Kita butuh mereka untuk menjadi kaki tangan kita merangkul yang ada untuk mendata ekonomi kreatif yang ada di bawah,'' tegas Bung Sam, panggilan akrabnya.

Desainer kondang itu juga menyebut, PMK3I menggunakan pendekatan bottom-up, yang berarti inisiatif pengembangan ekonomi kreatif datang dari kebutuhan dan potensi lokal masing-masing daerah.

Dengan melibatkan berbagai pihak, yaitu ABCG (Academics, Business, Community, Government), program ini mendorong kolaborasi antara akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah untuk bersama-sama memetakan potensi daerah dan merancang strategi pengembangan yang berkelanjutan.

Baca juga: Pria Ditangkap karena Membobol Apartemen Wanita 40 Kali, Mencari Daleman

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, merespons positif pernyataan Samuel Wattimena. Dia menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan KEK di seluruh Indonesia.

Menteri juga mengakui bahwa keberadaan KEK sangat penting sebagai motor penggerak dalam mengimplementasikan program-program ekonomi kreatif di daerah. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah berencana untuk meningkatkan alokasi anggaran bagi KEK, sehingga dapat mendukung berbagai kegiatan yang berfokus pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan produk ekonomi kreatif, dan pemasaran. (Aji)