Helo Indonesia

Rakornas Fokal IMM 2025: Komitmen Kebangsaan, dan Sinergi Menuju Indonesia Terang

Ajie - Nasional
Minggu, 13 Juli 2025 05:54
    Bagikan  
Rakornas Fokal IMM 2025: Komitmen Kebangsaan, dan Sinergi Menuju Indonesia Terang

Kegiatan Rakornas Fokal IMM 2025 diharapkan membangun spirit Indonesia yang lebih baik. Foto: Ist

DEPOK, HELOINDONESIA.COM - Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada 10–12 Juli 2025, bertempat di Balai PPSDM Kemendikdasmen, Serua, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Fokal IMM se-Indonesia dan mengangkat tema "Asta Cita: Indonesia Terang", sebagai simbol harapan baru dan komitmen kebangsaan dari para alumni IMM untuk mendukung arah pembangunan nasional yang adil dan makmur.

Baca juga: Kemeriahan Karnaval SCTV Jadi Rangkaian Acara Hari Jadi ke-420 Kabupaten Kendal

Ketua Umum Pimpinan Pusat Fokal IMM, Prof Dr Ma'mun Murod Al-Barbasy MSi yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, mengapresiasi kehadiran seluruh peserta Rakornas.

Ia menegaskan bahwa tema "Indonesia Terang" bukan sekadar permainan simbol, melainkan panggilan untuk memperluas peran strategis kader IMM dalam kerja-kerja kebangsaan.

"Ini bukan karena logo PLN lalu kita pakai tema ‘Indonesia Terang’. Muhammadiyah itu menerangi dengan ilmu, sementara PLN dengan lampu. Kita sudah saatnya memperkuat peran strategis kebangsaan dan memanfaatkan patron hebat seperti Prof. Mu’ti, kader IMM yang kini menjadi Mendikdasmen," ungkap Ma'mun.

Lebih lanjut, Ma'mun menyoroti keseriusan Presiden Prabowo dalam memperbaiki tiga hal utama: pemberantasan korupsi, reformasi pendidikan, dan penguatan gizi masyarakat. Ketiganya, menurut Ma'mun, sangat senapas dengan semangat Al-Ma’un dalam Muhammadiyah.

Ambil Peran

Rakornas ini juga menjadi forum memperkuat jaringan alumni dan mendorong kader IMM untuk mengambil peran lebih luas di tengah masyarakat. Ma'mun menyebut IMM sebagai "pesawat tempur" yang lincah bermanuver dalam dinamika sosial-politik, berbeda dengan Muhammadiyah sebagai "pesawat komersial" yang stabil dan besar, dengan penuh kehati-hatian.

Baca juga: 294 Koperasi Merah Putih di Rembang Kantongi Legalitas dari Kemenkumham

Sementara itu, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd selaku Mendikdasmen RI dan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, memberikan refleksi mendalam.

Dalam suasana penuh semangat dan keakraban, Prof. Mu’ti menyampaikan bahwa forum seperti Rakornas ini bukan sekadar ajang nostalgia, tapi juga sarana membangun spirit kolektif untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

"Asta Cita yang diusung Presiden memberi kita harapan bahwa Indonesia bisa lebih baik. Tapi perlu diingat, Muhammadiyah menerangi dengan ilmu, bukan lampu. IMM harus jadi bagian dari pencerahan itu," ujarnya, disambut aplaus peserta.

Prof Mu’ti menegaskan bahwa banyak tokoh nasional dan internasional lahir dari IMM, meski tidak berasal dari keluarga Muhammadiyah. Ia menyebut nama-nama seperti Prof Din Syamsuddin, Prof Ma’mun Murod, dan Prof Yunan Yusra sebagai contoh nyata.

"IMM itu tempat kaderisasi kepemimpinan yang melatih kecintaan pada tanah air dan semangat kebangsaan. Banyak yang tidak sampai ke DPP IMM, tapi itu bukan ukuran. Saya sendiri dulu hanya ketua DPD IMM Jawa Tengah, itu pun tidak selesai karena harus lanjut studi," tuturnya yang disambut gelak tawa.

"Yang penting adalah semangat dan kontribusi. Dimana ada profesi berkembang, di situ ada Immawan dan Immawati. Maka Fokal harus jadi wadah strategis untuk terus memfasilitasi dan mengembangkan potensi kader IMM di seluruh sektor," tambahnya.

Rakornas ini juga mengagendakan penandatanganan sejumlah MoU antara Fokal IMM dan mitra strategis seperti BPJSKesehatan, Kemendes-PDT sebagai langkah konkret memperluas kontribusi sosial alumni IMM. (Aji)