Helo Indonesia

Pemkot Semarang Seminarkan Jejak KH Sholeh Darat untuk Perkuat Usulan Gelar Pahlawan Nasional

Ajie - Nasional
Rabu, 28 Januari 2026 20:00
    Bagikan  
Pemkot Semarang  Seminarkan Jejak KH Sholeh Darat untuk Perkuat Usulan Gelar Pahlawan Nasional

Wali kota Semarang Agustina Wilujeng saat acara menjelang Seminar Nasional jejak KH Sholeh Darat

SEMARANG, HELOINDONESIA.COM - Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan akan menggelar Seminar Nasional bertajuk "Jejak Perjuangan KH Sholeh Darat dalam Rangka Penguatan Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional" pada Kamis besok 29 Januari 2026.

Bertempat di The Suri Ballroom, Jalan Pemuda Semarang, acara ini menjadi momentum penting untuk melengkapi berkas administrasi dan dukungan akademik sebelum diajukan ke pemerintah pusat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa KH Sholeh Darat bukan hanya milik Semarang, melainkan guru dari para pahlawan bangsa seperti KH Hasyim Asy’ari (pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah), dan RA Kartini.

Baca juga: Atlet Jateng Sumbang 44 Medali Emas untuk Tim Indonesia di ASEAN Para Games

Menurutnya, melalui seminar ini, diharapkan lahir deklarasi dukungan yang solid sebagai syarat akhir dalam proses pengajuan gelar pahlawan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009.

"Perjuangan beliau melalui pena dan dakwah adalah jihad intelektual yang menjadi fondasi kebangkitan bangsa. Tahun 2026 ini kami targetkan seluruh proses pengusulan rampung dan gelar pahlawan nasional dapat segera dianugerahkan," ujar Agustina di Semarang Rabu 28 Januari 2026.

Penyelenggaraan seminar nasional ini menjadi puncak dari rangkaian panjang program strategis yang telah dilaksanakan Pemerintah Kota Semarang sepanjang tahun 2025. Salah satu langkah besar yang telah dilalui adalah suksesnya penyelenggaraan Seminar Internasional pada November 2025 yang melibatkan para pakar dari berbagai negara seperti Belanda, Malaysia, dan Singapura untuk membedah pengaruh pemikiran KH Sholeh Darat di tingkat global.

Penelusuran

Di samping itu, Pemkot Semarang melalui Dinas Arsip juga telah melakukan penelusuran mendalam terhadap manuskrip asli karya beliau untuk didaftarkan sebagai Memori Kolektif Bangsa melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sebagai upaya mengamankan bukti sejarah intelektual beliau yang menjadi rujukan santri di seluruh Nusantara.

Pemkot Semarang juga menggelar Gala Dinner Seminar Internasional Kiai Sholeh Darat yang dilaksanakan bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November 2025. Pertemuan tersebut berhasil menyatukan visi dan komitmen dari jajaran kementerian, Dewan Gelar, hingga para kepala daerah di wilayah pesisir mulai dari Kendal, Demak, Kudus, hingga Jepara.

Baca juga: USM Gelar Pekan Seni Mahasiswa Daerah Tingkat Universitas

Secara fisik, Pemerintah Kota Semarang juga telah memberikan penghormatan dengan merampungkan renovasi kawasan makam KH Sholeh Darat di Bergota agar lebih representatif bagi para peziarah sekaligus mempertegas identitas Semarang sebagai kota yang menghargai jasa para tokoh agamanya.

“Jadi ikhtiar kami untuk menjadikan KH Sholeh Darat sebagai pahlawan nasional ini terus berkelanjutan,” kata Agustina.

Selain menghadirkan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng sebagai keynote speaker, akan ada delapan narasumber lain yaitu Mufidayati Kurniasih (Wakil Ketua Komisi X DPR RI), Prof KH Usep Abdul Matin (Ketua TP2GP RI), Tri Wiyanto (Direktur Pemberdayaan Sosial, Kemensos RI), Ginanjar Sya’ban (Sekjen PB NU, Penulis, Peneliti), Prof KH Noor Achmad (Kepala Baznas RI), Taj Yasin (Wagub Jawa Tengah), Sanad KH Sholeh Darat, Buyut dari KH Sahid yang menjadi Murid dari KH Sholeh Darat.

Baca juga: Angkat Tema Kebencanaan, Peserta Seminar Nasional Magister Teknik Sipil USM Membeludak

Selanjutnya Ahwan Fanani (Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Semarang, Guru Besar UIN Walisongo), dan Anasom (Ketua PC NU, TP2GD Kota Semarang, Peneliti, Penulis tentang KH Sholeh Darat). Acara ini juga akan dihadiri oleh 500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi (Undip, Unnes, Unwahas, Unissula, UIN Walisongo), ormas keagamaan (NU dan Muhammadiyah), hingga tokoh masyarakat.

“Mudah-mudahan seminar nasional ini berjalan lancar dan juga seluruh tahapan dan upaya pengajuan KH Sholeh Darat menjadi pahlawan nasional,” pungkas Agustina. (Aji)