HELOINDONESIA.COM - Gas melon langka, harga melonjak. Gas melon adalah sebutan untuk gas LPG atau gas elpiji 3 kg yang disubsidi.
Di tengah kondisi gas melon langka, pemerintah malah meluncurkan produk LPG 3 kg non subsidi dengan merk Bright yang harganya lebih mahal ketimbang gas melon.
Karena membuat produk baru gas LPG 3 kg yang harga jualnya lebih mahal di tengah rakyat yang sedang kesulitan mendapat gas melon, maka pemerintah kini disebut sebagai ‘super tega’ kepada rakyat, kalau istilah umum mungkin disebut raja tega.
Disebut super tega atau raja tega ini karena seperti memanfaatkan kondisi. Ketikga gas melon langka, sulit didaptkan, kalau pun ada harganya mahal, lalu pemerintah memanfaatkan untuk menjual gas LPG 3 kg yang lebih mahal. Ini seperti akal-akalan pemerintah.
Baca juga: DPP PDIP Gelar Sidang Pemecatan Cinta Mega Hari Ini
Menurut anggota Komisi VII DPR Mulyanto, gas melon saat ini oleh Pertamina dijual Rp20 ribu, sedangkan gas LPG 3 kg non subsidi harga jualnya Rp56 ribu. Selisihnya harga jualnya jauh sekali, hampir tiga kali lipat.
Dia mengatakan, kebijakan ini akan membuat pengadaan dan distribusi gas melon (gas elpiji 3 kg bersubsidi) akan semakin sulit, “Ujung-ujungnya masyarakat dipaksa membelu LPG 3 kg non subsidi,” ujar Mulyanto Kamis kemarin.
Di sisi lain, dengan adanya perbedaan harga jual yang cukup jauh ini, Mulyanto mengkhawatirkan akan meningkat tindaka pengoplosan dari pihak pelaku kejahatan, karena memburu keuntungan.
Dia curiga akan meningkat tindak pengoplosan dari gas melon (gas elipiji 3 kg bersubsidi) ke gas LPG 3 kg non subsidi oleh pelaku kejahatan.
Kekhawatiran ini muncul karena aparat telah banyak menemukan bukti pengoplosan seperti itu. Selama ini terjadi pengoplosan dari gas melon 3 kg (bersubsidi) ke gas tabung 12 kg non subsidi.
“Artinya mereka mengoplos dari barang bersubsidi yang kemudian dijual menjadi barang non subsidi dengan harga mahal,” kata Mulyanto.
Baca juga: Wali Kota Gibran Hadiri Upacara Peringatan Hari Jadi ke-418 Kendal, Ada Apa?
“Nah, dengan adana gas LPG Bright warna pink ukuran 3 kg non subsidi, artinya sama seperti gas melon 3 kg bersubsidi, maka akan makin mudah terjadi pengoplosan. Apalagi selisih harganya sangat jauh, mencapai Rp36 ribu per tabung. Ini akan terjadi, pengopolosan bisa semakin marak,” katanya. (*)
(Winoto Anung)
