Pengamat: Bakal Cawapres Ganjar yang Diincar PDIP Bukan Sandiaga Uno, Tapi dari NU

Senin, 1 Mei 2023 14:18
Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Ganjar Pranowo saat bertemu di Jawa Tengah. Menparekraf Sandiaga Uno dan Gubernur Ganjar Prano

HELOINDONESIA.COM - PDIP dan PPP sepakat untuk berkoalisi, atau sebutan mereka kerja sama politik dan sepakat mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres ( calon presiden). Namun belum ada pembicaraan untuk posisi capres (calon wakil presiden)

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan sejauh ini belum ada pembahasan mengenai siapa calon wakil presiden. Penentuan hanya sebatas mengusung Ganjar Pranowo sebagai calon presiden.

Menurut Hasto, pembahasan mengenai cawapres untuk Ganjar akan dilakukan setelah konsolidasi partai politik final.

"Bu Mega akan terima masukan, diskusi dengan Pak Jokowi, Mbak Puan, Mas Prananda, dan ketum Parpol pendukung sehingga dapat diputuskan cawapres terbaik dampingi Pak Ganjar," kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Minggu 30 April 2023.

Dia menegaskan, sejumlah pertimbangan yang akan diambil sebelum menentukan sosok cawapres pendamping yang tepat untuk Ganjar. "Kita tidak menafikan aspek elektoral dan integrasi parpol dan kemampuan kerja sama sehingga bonding capres-cawapres jadi kesatuan," tandasnya.

Untuk posisi cawapres yang akan dipasangkan dengan Ganjar Pranowo itu, pengamat politik M Qodari mengatakan, kesepakatan koalisi PDIP dan PPP sudah tercapai, tapi target dari PPP adalah sampai koalisi saja. Sebab soal cawapres diserahkan ke PDIP.

“Untuk Cawapres itu diserahkan ke PDIP. Kalau cawapres PPP  boleh saja berharap, kalu calon PPP dirangkul jadi capres, Alhamdulillah, kalau tidak ya tetap Alhamdulillah,” tutur M Qodari.

Menurut Qodari, untuk sosok cawapres, bagi PDIP targetnya bukan tokoh dari PPP, tetap tokoh dari Nahdlatul Ulama atau NU. PPP memang partai berbasis NU, namun PDIP ingin yang NU dalam pengertian lebih luas.

“Mengenai cawapres dari PDIP, menurut saya, targetnya itu bukan PPP, tapi Nahdlatutl Ulama. Secara institusi ada PPP partai Islam tradisional. Tapi secara kultural dan elektoral mata PDIP tertuju kepada Nahdlatul Ulama,” ujar M Qodari.

Dia menambhakan soal 10 nama yang dikatakan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, sampai saat inni dia mengaku tidak tahu, tapi tujuh nama yang disebut Pak Jokowi itu bisa kita sisir.

“Kalau disisir kan ketemu, yang merupakan bagian dari Nahdlatul Ulama adalah Muhaimin Iskandar, Erick Thohir, Mahfud MD. Menurut saya, PDIP harusnya ke tiga nama ini,” ujarnya.

Qodari tidak menyebut nama Sandiaga Uno yang kabarnya sudah masuk bergabung ke PPP.  Kalau selaras dengan pemikiran di atas, bakal maka cawapres memang bukan Sandiaga Uno.

Bakal cawapres yang diincar PDIP bukan Sandiaga Uno untuk dipasangkan dengan capres Ganjar Pranowo, tapi dari NU. Masalahnya, bagi Sandiaga Uno karena ya faktor NU tadi, tidak punya kaki di Nahdlatul Ulama.

“Ini menariknya kan begini ada spekulasi Sandiaga Uno bergabung dengan PPP. Tapi setahu saya, Sandiaga Uno tidak punya kaki di Nahdlatul Ulama. Dan menurut saya itu menjadi kendala, karena yang dicari PDIP bukan saja partai Islam, tapi juga masyarakat Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Oleh karena itu, maka bisa dimaknai bahwa siapa yang bakal ditarget PDIP menjadi cawapres untuk dipasangkan dengan capres Ganjar Pranowo.

“Nah yang punya echo itu ya yang sudah menjadi keluarga besar, siapa? Ya Mahfud, ya Erick Thohir, ya Muhaimin Iskandar. Cuman, Muhaimin Iskandar per hari ini kan sudah dengan Prabowo,” ujarnya.

 Menurut Qodari, itu kalau 7 nama. Kalau 8 nama, satu lagi ya M'ruf Amin, ini malah bisa dikatakan sebagai kelanjutan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Lha ngapain cari yang jauh-jauh, nota bene Ma'ruf Amin kan representasi Nahdlatul Ulama, 2019 diambil karena NU, kalau Ganjar Ma'ruf Amin  kan sama saja mengatakan kelanjutan Jokowi- Maa'ruf Amin,” katanya. (*)

(A Winoto)

Berita Terkini