LAMPUNG TIMUR, HELOINDONESIA.COM -- Kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad seorang pria dengan kondisi mengenaskan di tanggul irigasi, jajaran Polres Lampung Timur berhasil mengungkap pelaku pembunuhan beserta motif di balik aksi keji tersebut.
Peristiwa tragis yang menggegerkan warga Kabupaten Lampung Timur itu terjadi pada Selasa (2/6/2026) dini hari. Korban diketahui berinisial X (26), sedangkan pelaku adalah FK (22).
Saat hendak ditangkap, FK sempat melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri sehingga petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembak bagian kaki pelaku.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang meski masih berusia muda telah berstatus duda. Mantan istrinya diketahui kini menjalin hubungan asmara dengan FK.
Dugaan sementara, aksi pembunuhan tersebut dipicu persoalan asmara karena korban disebut masih berupaya mendekati mantan istrinya yang kini menjadi kekasih pelaku.
Sebelum ditemukan tewas, korban sempat berpamitan keluar rumah setelah dijemput seorang rekannya pada malam hari. Beberapa jam kemudian, korban ditemukan tak bernyawa di tanggul irigasi dengan luka parah di bagian leher.
Menjelang tengah malam, seorang petugas keamanan (satpam) yang bertugas di sekitar lokasi mengaku mendengar suara gaduh disertai teriakan histeris dari arah tanggul irigasi.
Kesaksian tersebut diperkuat oleh Prayit, warga setempat. Menurutnya, petugas keamanan sempat melihat sebuah sepeda motor mencurigakan memasuki area irigasi antara pukul 23.30 WIB hingga 00.00 WIB.
Kepala Desa Karya Tani, Nur Yadi, membenarkan bahwa perangkat desa langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga pada dini hari.
"Sekitar pukul 02.30 WIB kami mendapat informasi dari warga. Di tanggul irigasi Dusun 3 ditemukan jenazah seorang laki-laki," ujar Nur Yadi.
Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui merupakan warga Dusun 4 Desa Karya Tani.
Melihat kondisi korban yang meninggal secara tidak wajar, pihak desa segera menghubungi aparat kepolisian. Respon cepat pun ditunjukkan jajaran Polres Lampung Timur dengan langsung melakukan penyelidikan intensif.
Hasilnya, dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi sekaligus menangkap pelaku berinisial FK (22).
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati melalui Kasat Reskrim AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga kuat dipicu persoalan asmara.
"Berdasarkan pemeriksaan awal, motif asmara menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban," kata AKP Stefanus Boyoh, Selasa (2/6/2026).
Penangkapan FK yang dilakukan Tim Tekab 308 Presisi Polres Lampung Timur di wilayah Way Mili, Kecamatan Gunung Pelindung, sempat berlangsung menegangkan. Pelaku yang merupakan warga desa yang sama dengan korban berusaha memberikan perlawanan sengit dan mencoba melarikan diri dari kepungan petugas.
Namun upaya tersebut berhasil digagalkan. Setelah dilumpuhkan, pelaku langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Lampung Timur.(Mikhy)